kumparan
14 Des 2017 16:12 WIB

Kenangan Anies yang Menolak Dipanggil 'Bung' oleh AM Fatwa

Anies Baswedan tiba di rumah duka AM Fatwa (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengenang persahabatannya dengan anggota DPD AM Fatwa. Sejak Anies kecil hingga akhir hayat AM Fatwa, hubungan keduanya masih baik.
ADVERTISEMENT
"Beliau selalu memanggil Bung Anies, Pak Anies. Tapi saya minta tetap aja panggil Anies dan beliau bilang tidak," kata Anies di rumah duka, Jalan Condet Kompeks Bappenas, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).
Anies mengatakan, Fatwa masih rutin mengiriminya pesan singkat, yang mencirikannya sebagai sosok yang sangat aktif.
"Lewat ilmunya, beliau adalah satu satu anggota DPD paling produktif di sejarah Indonesia. Rajin menulis, tulisannya paling banyak," lanjut Anies.
Proses pemakaman AM Fatwa (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Ia menambahkan, walaupun Fatwa pernah dipenjara selama total 18 tahun, namun Fatwa tetap mencintai negerinya sendiri hingga tutup usia.
"Beliau contoh seorang pejuang tulen sejak mudah hingga akhir hayatnya," lanjutnya.
Anies ditemani oleh anak pertama Fatwa, Dian Islamiati Fatwa, sebelum melepas jenazah menuju Taman Makam Pahlawan untuk dimakamkam.
ADVERTISEMENT
"Dian adalah putri dari AM Fatwa. Persahabatannya lintas generasi. Kita teruskan generasi anak-anaknya. Dan insyaallah kita semua di sini ini dapat meneruskan perjuangannya nanti," ucap Anies kepada Dian.
AM Fatwa meninggal dunia di RS MMC Kuningan pada Kamis (14/12) pagi, akibat komplikasi dan kanker hati. Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan