News
·
16 Maret 2021 16:29

Kerangka Manusia yang Ditemukan Abdi Dalem di Merapi Diambil Sampel DNA

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kerangka Manusia yang Ditemukan Abdi Dalem di Merapi Diambil Sampel DNA (100727)
searchPerbesar
Penemuan kerangka manusia di sekitar jalan setapak menuju Bukit Kendil Gunung Merapi. Foto: Sar Linmas Kaliurang
Rombongan abdi dalem Keraton Yogyakarta menemukan kerangka manusia saat upacara Labuhan Merapi di Gunung Merapi, Senin (15/3). Kerangka manusia ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk diidentifikasi melalui tes DNA.
ADVERTISEMENT
"Kerangka jenazah yang di Cangkringan hasil DVI belum keluar, tetapi dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara sudah mengambil sampel (untuk) DNA," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto dalam keterangannya, Selasa (16/3).
"Akan tetapi pemeriksaan DNA ini harus ada pembanding. Sementara pembandingnya belum ada sehingga masih sebatas data yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara saja," imbuhnya.

Dugaan Sementara: Jenazah Laki-laki, Usia 30-40 Tahun, Meninggal 1 Tahun Lalu

Kerangka Manusia yang Ditemukan Abdi Dalem di Merapi Diambil Sampel DNA (100728)
searchPerbesar
Ilustrasi kerangka manusia. Foto: Shutter Stock
Sementara itu, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan Rumah Sakit Bhayangkara, diperkirakan kerangka itu berjenis kelamin laki-laki dengan usia antara 30-40 tahun.
"Kalau untuk perkiraan pemeriksaan luar sementara itu jenis kelamin laki-laki. Umur perkiraan kurang lebih 30-40 tahun," kata Karumkit RS Bhayangkara Polda DIY, Kompol Theresia Lindawati dihubungi wartawan secara terpisah.
ADVERTISEMENT
Selain itu, dari hasil pemeriksaan diketahui kerangka itu telah berada di lokasi selama kurang lebih satu tahun. Pemeriksaan sementara juga tidak mengarah pada korban pembunuhan.
"Sementara tidak mengarah (korban pembunuhan). (Dugaan meninggal sudah) satu tahun," katanya.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, dua tulang iga kerangka tersebut akan dikirim ke Labfor Jakarta untuk pemeriksaan DNA. Sementara kerangka lain masih di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
"Dua tulang iga (kirim) ke Jakarta untuk DNA," jelasnya.
Di sisi lain, pihak rumah sakit juga masih menunggu perkembangan dari polsek terkait laporan warga jika ada anggota keluarga yang hilang selama setahun belakangan.