kumplus- Lipsus Kereta Cepat- KCIC

Kereta Cepat untuk Siapa? (3)

22 November 2021 9:49
·
waktu baca 10 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sudah delapan tahun Asep Suratna, warga Kota Bandung, bekerja di Jakarta. Demi memenuhi rasa rindu terhadap keluarga, lelaki 33 tahun itu biasanya pulang kampung ke Ciumbuleuit tiap bulan. Seringnya Asep pulang dua kali dalam sebulan, tapi jika ada keperluan mendesak, ia bisa pulang tiap minggu.
"Awalnya pakai bus, travel, tapi sekarang selalu pake kereta Argo Parahyangan. Enak, dari sisi waktu cepat dan tepat jam. Tidak macet, nyaman, toilet ada," cerita Asep pada kumparan, Jumat (19/11).
Asep biasa memilih kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif yang harganya Rp 125 ribu. Turun di Stasiun Bandung, ia butuh naik ojek online sekitar 30-40 menit untuk sampai di rumahnya Ciumbuleuit. Tentu saja Asep sudah mendengar soal pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung. Kalau sudah terwujud, ia ingin mencoba karena waktu tempuh hanya 30 menit, bisa memangkas waktu 2,5 jam dari naik Argo Parahyangan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung belum juga tuntas. Target rampung pada 2019 tinggal angan-angan. Banyak persoalan mencuat dan berkelindan, membuat proyek melambat-tersendat. Ada apa? Di mana letak kesalahan kalkulasi? Dan mengapa? Klik di bawah.