Kerugian Akibat Kebakaran Puskesmas di Cianjur Ditaksir Capai Rp 2,5 Miliar

6 Agustus 2022 19:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Puskesmas Cikalongkulon di Cianjur terbakar, Sabtu (6/8/2022) pagi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Puskesmas Cikalongkulon di Cianjur terbakar, Sabtu (6/8/2022) pagi. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kerugian materil akibat kebakaran yang melanda bangunan Puskesmas Cikalongkulon di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditaksir mencapai miliaran rupiah.
ADVERTISEMENT
Selain bangunan milik puskesmas, api juga melahap bangunan kantor bank pemerintah yang berada tepat di samping bangunan fasilitas kesehatan itu.
Personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Micky Arizona mengungkapkan, kobaran api yang melahap bangunan puskesmas merembet ke bangunan di sekitarnya.
Bangunan puskesmas yang terbakar merupakan gedung farmasi berukuran 8x6 meter dan bangunan bank pemerintah seluas 1x4 meter persegi.
"Untuk gedung farmasi ludes tak tersisa dilahap api. Sementara, bangunan kantor Bank BRI yang terbakar hanya sedikit bagian belakang kantornya saja. Kerugian yang diderita pihak puskesmas mencapai Rp 2,5 miliar dan Bank BRI hanya berkisar Rp 2 juta," kata Micky kepada wartawan, Sabtu.
Micky menyebutkan, sebanyak tiga unit armada damkar berkekuatan 14 personel diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Proses pemadaman api memakan waktu 2 jam 30 menit. Selain, sulit sumber air. Kobaran api yang cepat membesar cukup menjadi kendala petugas saat penanganan," katanya.
Puskesmas Cikalongkulon di Cianjur terbakar, Sabtu (6/8/2022) pagi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Puskesmas Cikalongkulon di Cianjur terbakar, Sabtu (6/8/2022) pagi. Foto: Dok. Istimewa
Sebelumnya, korsleting listrik diduga menjadi pemicu terbakarnya bangunan Puskesmas Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (6/8).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Irfan Nur Fauzi mengungkapkan, peristiwa kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik yang terjadi di gedung farmasi.
Irfan menyebutkan, dalam gedung farmasi menyimpan banyak barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.
"Dugaan sementara karena korsleting listrik. Kemungkinan dari pendingin ruangan yang terus menyala untuk menjaga suhu di dalam gudang farmasi ini. Tapi, ini hanya dugaan. Kita, masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian dan pemadam kebakaran (Damkar)," kata Irfan, kepada wartawan, Sabtu.
ADVERTISEMENT
Disebutkan Irfan, saat kebakaran terjadi terdapat dua orang pasien rawat inap dan satu ibu bersalin. Ketiganya dalam kondisi baik dan sudah mendapatkan penanganan dan pelayanan di ruangan yang lebih aman.
"Ketiga pasien dievakuasi ke ruangan yang lebih aman, kondisinya sangat baik. Kita juga pastikan layanan kesehatan, tetap berjalan normal," jelasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020