kumparan
27 September 2018 15:56

Keseruan Sobat Air ADES Selama 4 Hari Conservacation di Yogyakarta

Sobat Air ADES, Embung Nglanggeran
Sobat Air ADES mengunjungi Embung Nglanggeran. (Foto: Sabar Artiyono/kumparan)
Pada 19 hingga 22 September lalu, sepuluh Sobat Air ADES baru saja mengikuti Conservacation di Yogyakarta, program yang diusung ADES untuk mengajak anak-anak muda dan generasi milenial turut andil dalam kegiatan konservasi air.
ADVERTISEMENT
Kegiatan yang dikemas dalam kegiatan liburan sekaligus belajar di area konservasi di Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta ini sukses memberikan pengetahuan baru dan pengalaman yang berkesan bagi Sobat Air ADES. Lantas apa saja kegiatan seru mereka selama 4 hari Conservacation di Yogyakarta? Ini dia!
Hari Pertama, Rabu 19 September 2018
Wakil Pimpinan Redaksi Kumpara, Rachmadin Ismail
Wakil Pimpinan Redaksi Kumpara, Rachmadin Ismail (Foto: Sabar/kumparan)
Guna memberikan pengetahuan tentang bagaimana bercerita dengan baik dan tepat sasaran tentang konservasi air, pada hari pertama Conservacation, ADES mengajak sepuluh Sobat Air mengikuti workshop penulisan. Acara yang digelar di Hotel 101, Yogyakarta, Rabu (19/9) ini dihadiri Wakil Pimpinan Redaksi kumparan, Rachmadin Ismail.
Di hadapan para Sobat Air ADES, pria yang kerap disapa Madin ini berbagi pengalamannya menjadi jurnalis selama sepuluh tahun dan juga memberikan tips bagaimana cara menulis yang tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
Setelah mengikuti workshop menulis, di hari pertama Conservacation Yogyakarta ini, Sobat Air ADES juga diberikan pengenalan terhadap produk ADES, menyusul pembekalan materi mengenai tujuan dan rangkaian acara Conservacation yang diusung ADES selama empat hari di Yogyakarta oleh Marketing Manager Hydration Coca-Cola Indonesia, Mohamad Rezki Yunus.
Hari Kedua, Kamis 20 September 2018
Pada hari kedua, sepuluh Sobat Air ADES bertandang ke Desa Nglanggeran, Yogyakarta. Kedatangan mereka disambut begitu meriah oleh masyarakat sekitar dengan alunan Gejog Lesung, musik tradisional yang menggunakan penumbuk padi.
Paguyuban Gejog Lesung, Desa Nglanggeran, Opening Ceremony Conservacation
Paguyuban Gejog Lesung Desa Nglanggeran di acara Opening Ceremony Conservacation, Yogyakarta, Kamis (20/9/2018). (Foto: Sabar Artiyono/kumparan)
Pada kesempatan yang sama, para Sobat Air ADES juga mendapatkan pembekalan materi tentang konservasi air di desa Nglanggeran. Harapannya, kesadaran tentang pentingnya konservasi air bisa dibagikan para Sobat Air ADES setelah selesai mengikuti kegiatan ini. Materi yang diberikan pun dibuat relevan, sesuai dengan kondisi di area konservasi Nglanggeran, GunungKidul.
ADVERTISEMENT
Selain materi konservasi air dari Pejuang Air, ADES juga melibatkan peneliti dari Universitas UPN Yogyakarta yang sedang mengkaji siklus air di daerah konservasi air Nglanggeran, Bambang Prastisho, dan Puji Praktiknyo, untuk memberikan materi tentang Hidrogeologi.
Sobat Air ADES mengamati kondisi Kalikenteng
Sobat Air ADES mengamati kondisi Kalikenteng. (Foto: Sabar/kumparan)
Setelah itu, ditemani Pejuang Air ADES, Sugeng Handoko, Sobat Air ADES menuju Kalikenteng - sumber mata air Desa Nglanggeran yang dulunya merupakan pemandian umum, namun sekarang sudah berubah menjadi sumur. Melihat kondisi pipa paralon serta kabel listrik terlihat masih belum rapi di tempat tersebut, ADES sebagai pihak yang peduli pada usaha peningkatan konservasi air di Nglanggeran, mengajak para Sobat Air ADES untuk memperbaiki kabel dan pipa tersebut.
Hari Ketiga, Jumat 21 September 2018
ADVERTISEMENT
Pada hari ketiga Conservacation Yogyakarta, sepuluh Sobat Air ADES berkunjung ke Kampung Pitu. Para Sobat Air ADES terlihat begitu antusias berburu matahari terbit, kemudian mengabadikannya dalam foto. Usai melihat sunrise, Sobat Air ADES terlibat langsung dalam pembuatan sumur resapan di Desa Nglanggeran.
Sobat Air ADES, ADES, Conservacation, Desa Nglanggeran, Sumur Resapan
Sobat Air ADES gotong royong membuat sumur resapan di desa Nglanggeran, Yogyakarta, Jumat (21/9/2018). (Foto: Sabar Artiyono/kumparan)
Pembuatan sumur resapan ini dinilai sebagai solusi mengatasi kekeringan yang melanda Nglanggeran ketika musim kemarau. Pembuatan sumur itu dilakukan dengan kerja bakti. Tetapi sebelumnya, para Sobat Air ADES juga mendapatkan penjelasan singkat mengenai fungsi sumur resapan dari Agus Priyono, Program Coordinator Coca-Cola Foundation Indonesia.
Setelah itu, Sobat Air ADES diajak mengikuti acara workshop membuat cokelat di kawasan Nglanggeran dan kemudian bersiap-siap untuk melihat secara langsung kebun cokelat yang membantu perekonomian warga hingga sekarang.
ADVERTISEMENT
Hari Keempat, Sabtu 22 September 2018
com-Sobat Air ADES liburan ke Goa Pindul
com-Sobat Air ADES liburan ke Goa Pindul (Foto: ADES)
Hari keempat adalah waktunya para Sobat Air ADES menikmati keindahan alam Yogyakarta. Goa Pindul dipilih sebagai objek wisata yang didatangi para Sobat Air ADES. Menariknya, setelah berada di Yogyakarta selama tiga hari, mereka terlihat begitu kompak meski baru mengenal satu sama lain. Sehabis puas bermain air di Goa Pindul, para Sobat Air ADES lalu berburu oleh-oleh khas Yogyakarta sebelum pulang ke daerahnya masing-masing.
Memadukan kegiatan konservasi dan liburan merupakan komitmen ADES sebagai merek air minum dalam kemasan murni yang peduli akan kelestarian air yang berasal dari kehidupan dan untuk keberlangsungan hidup masyarakat melalui semangat "Cintai Air, Cintai Hidup".
Marketing Manager Hydration Coca-Cola Indonesia, Mohamad Rezki Yunus, menjelaskan, program berkelanjutan ini merupakan wujud konsistensi ADES dalam menjaga nilai utama merek tersebut yaitu memberikan air minum murni sekaligus memegang teguh komitmen pada bisnis yang berkelanjutan yang berorientasi pada lingkungan.
ADVERTISEMENT
Setelah sukses melakukan konservasi di Yogyakarta, sepuluh Sobat Air ADES lainnya berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan konservasi air, bertemu Pejuang Air NTT, Romo Marselus Hasan, dan berlibur di Labuan Bajo pada tanggal 25-30 September 2018.
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan ADES.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan