Ketegangan China-Taiwan Mengemuka pada Pertemuan Menlu ASEAN di Kamboja

5 Agustus 2022 18:39
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Para menlu negara anggota ASEAN pada ASEAN Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (03/08/2022). Foto: Twitter/@Menlu_RI
zoom-in-whitePerbesar
Para menlu negara anggota ASEAN pada ASEAN Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (03/08/2022). Foto: Twitter/@Menlu_RI
ADVERTISEMENT
Ketegangan atas perkembangan di Taiwan membayangi Pertemuan Ke-55 Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Phnom Penh, Kamboja, pada Jumat (5/8/2022).
ADVERTISEMENT
Para menteri bergabung dalam sesi pleno dan Forum Regional ASEAN. Pertemuan itu berniat memfokuskan pembahasan pada berbagai isu dari invasi Rusia di Ukraina, krisis di Myanmar, hingga uji coba rudal Korea Utara. Para menteri berharap dapat menyoroti isu kesehatan dan ketahanan pangan pula.
Namun, pertemuan pekan ini menyaksikan perselisihan diplomatik akibat Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi. Perjalanannya ke Taiwan memicu amarah dari China. Sebagai tanggapan, Beijing meluncurkan latihan militer dan memblokade wilayah Taiwan.
Antony Blinken, Menlu AS di Pertemuan PBB. Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Antony Blinken, Menlu AS di Pertemuan PBB. Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
AMM mengundang rekan-rekan dari AS, China, Rusia, Jepang, dan Australia. Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, turut hadir. Dia mengutuk keras respons China dalam pembicaraan dengan ASEAN.
ADVERTISEMENT
Menlu AS, Antony Blinken, juga menegaskan posisinya. Blinken menekankan, Washington tidak akan memprovokasi krisis. Namun, AS akan tetap melanjutkan dukungannya kepada Taiwan.
"Tidak ada pembenaran untuk respons militer yang ekstrem, tidak proporsional, dan meningkat ini," tegas Blinken dalam konferensi pers di sela-sela pertemuan ASEAN, dikutip dari Reuters, Jumat (5/8).
"Sekarang, mereka telah membawa tindakan berbahaya menuju tingkat baru," lanjut dia.
Pasukan Roket di bawah Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (TPR) melakukan uji coba rudal konvensional ke perairan lepas pantai timur Taiwan, dari lokasi yang dirahasiakan dalam selebaran ini yang dirilis pada 4 Agustus 2022. Foto: Komando Teater Timur/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Roket di bawah Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (TPR) melakukan uji coba rudal konvensional ke perairan lepas pantai timur Taiwan, dari lokasi yang dirahasiakan dalam selebaran ini yang dirilis pada 4 Agustus 2022. Foto: Komando Teater Timur/Handout via REUTERS
China juga mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti AMM. Menlu China, Wang Yi, menggunakan kesempatan itu untuk mengulangi kritiknya terhadap Pelosi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pada Kamis (4/8), Wang menggambarkan perjalanan itu sebagai aksi yang tidak bertanggung jawab. Dia kemudian datang terlambat dalam agenda santap malam ASEAN. Selang beberapa saat, Wang keluar dari tempat tersebut.
Sebagai sekutu China, perwakilan Rusia mengambil langkah serupa dengan Wang. Menlu Rusia, Sergei Lavrov, melakukan aksi walk out bersama Wang pada Jumat (5/8).
ADVERTISEMENT
Menlu Jepang, Yoshimasa Hayashi, tengah berbicara saat itu. Wang juga membatalkan pertemuan bilateralnya dengan Hayashi akibat pernyataan Group of 7 (G7).
Jepang adalah anggota dari G7. Kelompok tersebut menuduh, China menggunakan lawatan Pelosi sebagai dalih untuk menginvasi Taiwan. Wang menegur mereka lantaran mengabaikan provokasi AS.
Pertikaian itu turut menimbulkan perpecahan dalam ASEAN. Sebagian anggotanya menjalin hubungan erat dengan China, seperti Myanmar, Kamboja dan Laos. Sementara itu, negara-negara lainnya lebih waspada dalam menghadapi China.
ASEAN mengeluarkan komunike usai pertemuan pada Jumat (5/8). Komunike itu menyinggung Myanmar, tetapi tidak membahas Taiwan.
Pernyataan ASEAN pada Kamis (4/8) juga menghindari menyebutkan Taiwan. ASEAN hanya menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan memperingatkan akan risiko konflik terbuka.
ADVERTISEMENT
"Saya harus mengatakan bahwa tidak pernah sebelumnya, tidak seperti tahun ini, kami dihadapkan pada begitu banyak bahaya pada saat yang bersamaan," ujar Menlu Kamboja, Prak Sokhonn, menjelang sesi pleno AMM.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020