kumparan
14 Juni 2019 17:22

Ketika Jakarta Sepi

Monumen Pembebasan Irian Jaya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Video
Siapa yang tidak kenal Kota Jakarta, Ibu kota negara Indonesia yang selama ini menjadi magnet bagi para pencari kerja.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 mencapai 10,55 juta jiwa dan akan mencapai puncak tertingginya pada tahun 2040, yakni mencapai 11,28 juta jiwa.
Warga yang selalu beraktivitas di Jakarta pasti akan merasakan efek dari jumlah penduduk yang sangat tinggi dari berbagai macam cerita, entah dari kemacetannya, berdesakan di gerbong kereta atau antrean panjang untuk membayar di kasir.
Tapi ada satu peristiwa dan selalu terulang setiap tahunnya. Kota yang biasanya ramai menjadi sepi kala Lebaran tiba. Jalanan yang biasanya padat berubah menjadi sepi. Sejumlah kedai makanan hingga pertokoan di Tanah Abang pun tutup.
Suasana di Terowongan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana jalan di kawasan Panoran, Jakarta Selatan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana jalan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana di sekitar Sky Bridge Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana jalan di sekitar Patung Jendral Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana di Stasiun Jakarta Kota. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana KRL di Stasiun Jakarta Kota. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana jalan di Fly Over Pancoran, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana jalan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana jalan di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sebuah boneka tergantung di Kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta TImur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Seorang sopir Bajaj tertidur di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan