kumparan
7 Mei 2018 20:18

Ketua DPR Larang Anggotanya Bertemu Mitra Kerja di Luar Rapat Komisi

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Tertangkapnya anggota DPR komisi XI DPR Fraksi Partai Demokrat, Amin Santono oleh KPK kembali mencoreng DPR. Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap OTT tersebut adalah yang terakhir kalinya terjadi.
ADVERTISEMENT
Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet mengimbau setiap anggota DPR tidak bertemu dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan sebuah proyek atau anggaran. Menurutnya, selama ini pembahasan anggaran di DPR sudah sangat terbuka.
“Kita prihatin adanya anggota DPR yang kena OTT, saya berharap ini menjadi terakhir. Seharusnya ke depan kita anggota DPR fokus pada kerja-kerja politik. Kita mendorong, kalau soal pembahasan sendiri sudah terbuka, tidak pernah tertutup, wartawan, pengamat, bahkan mungkin penegak hukum ada di balkon mengawasi pembahasan anggaran,” katanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/5).
Bamsoet mengingatkan bahwa anggota DPR memiliki kode etik tersendiri, yang mana anggota DPR tersebut dilarang bertemu atau melakukan lobi-lobi dengan mitra kerjanya di luar DPR.
ADVERTISEMENT
“Tapi yang kita khawatirkan adanya pertemuan-pertemuan, lobi-lobi ini yang tidak boleh. Maka saya mengingatkan kembali adanya aturan dan kode etik yang kita miliki, anggota DPR dilarang bertemu mitra kerjanya di luar untuk menghindari adanya upaya KKN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bamsoet mengimbau agar para anggota DPR menyadari pentingnya kredibiltas partai jelang tahun politik. Sebab, menurut politikus Golkar itu, ketika ada anggotanya yang terjaring OTT karena korupsi, maka hal itu bisa berimbas pada elektabilitas partai yang bersangkutan.
“Kita menyadari pertarungan politik 2019 ini sangat kencang dan keras karena ambang batasnya 4 persen. Jadi kalau ada anggota DPR ada yang kena masalah tidak terpuji, maka ini bisa mengganggu elektoral partai,” pungkas Bamsoet.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan