kumparan
22 Nov 2018 12:27 WIB

Ketua Komisi I DPR soal Andika Perkasa Jabat KSAD: Memenuhi Syarat

Jenderal TNI Andika Perkasa saat dilantik Presiden Jokowi menjadi KSAD di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/11/2018). (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)
Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PKS Abdul Kharis Almasyhari menilai pengangkatan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang memasuki masa pensiun pada Januari 2019 sudah sesuai aturan.
ADVERTISEMENT
"Ya itu kan berdasarkan presiden yang pasti dia sudah bintang 3, syarat-syarat terpenuhi ya enggak ada masalah," ujar Abdul Kharis ketika dihubungi, Kamis (22/11).
Selain Andika Perkasa, ada dua nama lagi yang sempat berkembang untuk menjadi KSAD yaitu Letnan Jenderal Doni Monardo (Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional) angkatan 1985 dan Letnan Jenderal Tatang Sulaiman (Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat) angkatan 1986.
"Kemarin yang tiga orang menurut hitungan kami cukup kuat yaitu Pak Tatang Wakasad, Doni Monardo kemudian Andika buat kami Letjen yang berpeluang itu," ungkapnya.
Ia menilai, isu Andika Perkasa yang melompati banyak angkatan di atasnya juga tidak relevan ketika dihembuskan, karena Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga melewati beberapa angkatan di atasnya.
ADVERTISEMENT
"Waktu Panglima TNI juga melangkahi berapa angkatan juga kan," ucap dia.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) melakukan salam komando dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri). (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)
Hanya saja, ia memberikan catatan kepada Andika untuk mewujudkan TNI AD yang semakin profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Selain itu, tantangan yang harus dihadapi oleh Andika antara lain mengenai Pemilu 2019, anggaran TNI, hingga ancaman multidimensional yang merongrong negara.
"Tantangannya banyak ya ini kan menjelang pemilu, kemudian ketatnya anggaran di TNI, ancaman multidimensi, tiga tantangan itu harus diatasi oleh Andika," tutur dia.
Sekadar diketahui, Andika memulai karier kemiliterannya mulai dari bertugas sebagai Komandan Satuan Gultor di Kopassus, Dankodilatad, Pangdam Tanjung Pura, Danpaspampres, hingga Pangkostrad.
Belum genap 6 bulan memimpin korps baret hijau, menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono itu mantap menapaki karier baru sebagai pimpinan tertinggi TNI AD. Andika juga akan memimpin para senior dari tiga angkatan di atasnya dari angkatan 1986, 1985, dan 1984.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) melakukan salam komando dengan pejabat lama Jenderal TNI Mulyono. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan