News
·
15 Juli 2020 14:38

Khofifah: Sudah 6 Hari Kesembuhan Pasien Corona di Jawa Timur Terbanyak se-RI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Khofifah: Sudah 6 Hari Kesembuhan Pasien Corona di Jawa Timur Terbanyak se-RI (25961)
Polisi berjaga di kawasan tertib physical distancing di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Jawa Timur hingga kini masih menempati posisi pertama dengan kasus postitif virus corona terbanyak di Indonesia. Tak hanya pertumbuhan kasus positif, Jatim juga menjadi provinsi dengan angka kematian terbanyak.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan kabar baik dari penanganan COVID-19 di wilayahnya. Setidaknya, tingkat kesembuhan pasien corona juga terbilang tinggi, bahkan menjadi yang terbanyak dalam beberapa hari terakhir.
"Sekarang ini sudah 6 hari berturut-turut alhamdulillah kesembuhan pasien COVID-19 di Jawa Timur itu terbanyak se-Indonesia. Enam hari berturut-turut, pada posisi negatif (swab) dua kali," kata Khofifah usai mengikuti rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Bogor, Rabu (15/7).
Khofifah: Sudah 6 Hari Kesembuhan Pasien Corona di Jawa Timur Terbanyak se-RI (25962)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto: Dok. Istimewa
Untuk hari ini saja, Khofifah menyebut sudah ada sekitar 500 pasien virus corona yang sembuh. Dengan meningkatkan jumlah pasien sembuh, ia berharap bisa memberikan secercah harapan bagi warga Jatim bahwa corona bisa dikendalikan.
"Hari ini insyaallah dari data yang saya update, kemungkinan sampai 500-an (pasien) yang sembuh. Semua pada posisi negatif dua kali. Kalo surat edaran Menkes yang baru bisa negatif satu kali atau bahkan bisa gejala klinisnya baik, tentu yang sehat bisa lebih banyak," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Jadi saya harus menyampaikan seluruh tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit rujukan di Jatim, bahwa selama 6 hari berturut-turut tingkat kesembuhan tertinggi dari seluruh provinsi," lanjutnya.
Sejauh ini, ia menilai penanganan COVID-19 di Jatim sudah cukup maksimal. Kini, yang menjadi tugas berat adalah menekan penambahan kasus positif dan angka kematian.
"Kita masih ada PR bagaimana menurunkan angka kematian dan kasus," pungkasnya.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona