kumparan
5 Feb 2018 17:08 WIB

Kisah Haru Persahabatan Pria di Selandia Baru dan Burung Camar

Video
Seorang pria di Selandia Baru tidak menyangka dirinya bisa menjadi viral di media sosial. Padahal, pria bernama Robert Tahau hanya mengunggah video dirinya yang tengah bercengkerama dengan seekor burung camar di sebuah mobil.
ADVERTISEMENT
Dilansir New Zealand Herald, Senin (5/2), Robert bercerita bahwa suatu hari dirinya menemukan seekor burung camar yang tengah terluka. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Januari lalu di wilayah Te Puke, Selandia Baru.
Pria yang berprofesi sebagai pekerja tambang ini, saat itu tengah mengemudikan truknya di Te Puke. Ia lalu melihat seekor burung camar dengan kondisi sayapnya yang patah tergeletak di pinggir jalan.
Robert lalu membawanya pulang ke rumahnya yang berada di wilayah Whakatane, Selandia Baru. Di perjalanan, secara iseng Robert membuat sebuah video yang merekam dirinya dengan burung tersebut.
Namun, burung tersebut ternyata membuatnya terkejut. Saat Robert tengah berbicara, burung tersebut berkali-kali mematuk pipinya hingga dirinya merasa kesal. Tingkah polah keduanya inilah yang kemudian menjadi viral di media sosial.
Aksi lucu burung camar mematuk seorang pria (Foto: youtube cknz)
Seorang netizen berkomentar,"Bahkan saat Anda merasa kesal karenanya, Anda tetap berusaha untuk menyelamatkannya. Itu sungguh hal yang manis"
ADVERTISEMENT
Sementara ada juga komentar lain yang memuji tindakan Robert,"Orang itu benar-benar mempunyai hati emas,"
Sayangnya, niat baik Robert tidak berakhir bahagia. Sehari setelah burung tersebut diselamatkan, burung malang itu ditemukan Robert dalam keadaan tak bernyawa.
"Rencanaku adalah membawanya kembali ke rumahku di Whakatane. Namun saat aku tiba di sana, tempat penampungan hewan maupun klinik hewan tidak ada yang buka. Lalu aku berpikir untuk meletakkannya di sebuah kotak dengan selimut di dalamnya," ujar Robert.
Robert juga sempat memberikan burung tersebut makan sebuah roti basah. Ketika keesokan harinya ia memeriksa keadaan burung itu, ia mendapati burung tersebut sudah tidak bernyawa.
"Ketika aku datang untuk memeriksanya di pagi hari, dia sudah dalam keadaan kaku seperti batu karang, dia telah mati," kata Robert.
ADVERTISEMENT
Pada awalnya, Robert tidak berbuat banyak setelah burung itu mati. Namun setelah dirinya menyadari burung tersebut membuatnya viral di media sosial, ia memutuskan untuk menguburkannya secara layak.
"Aku menggali lubang, membungkusnya, dan menguburkannya," ujarnya.
Dirinya juga masih tidak menyangka bahwa video tersebut bisa menjadi viral. Robert mengaku membuat video tersebut hanya untuk berbagi dengan teman-teman Facebooknya.
"Aku benar-benar berpikir itu hanya untuk teman-temanku di Facebook. AKu tidak menyangka semua orang akan tahu soal ini," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan