News
·
6 Oktober 2020 13:10

Kisah Nenek 70 Tahun di Gowa Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kisah Nenek 70 Tahun di Gowa Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reyot  (217184)
Daeng Sitti, nenek 70 tahun yang tinggal seorang diri di gubuk di Gowa, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa
Seorang nenek berusia 70 tahun yang tinggal seorang diri di gubuk kecil di Gowa, Sulsel, mengundang perhatian masyarakat. Daeng Sitti memilih tinggal di rumah tak layak itu semenjak ditinggal suaminya, sekitar lima tahun silam.
ADVERTISEMENT
Tak ada orang yang menemani keseharian Sitti di rumah itu. Ia juga tak memilik anak. Ia hanya dikelilingi tanaman yang berada di sawah yang mengelilingi gubuknya. Ia tinggal di Dusun Balle, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi.
Sitti sudah terbiasa tidur tanpa kasur. Tubuhnya juga sudah kebal dengan angin yang menusuk melalui dinding bambu rumahnya. Saat hujan turun, ia pun tak bisa lepas dari guyuran yang menimpa tubuhnya.
Tubuhnya semakin kurus. Ia terlihat lemah dimakan usia. Garis kerutan di kulitnya semakin kering. Ditambah lagi, rambutnya semakin memutih. Untuk memenuhi kebutuhan makan setiap harinya, Sitti bergantung dengan uluran tetangga.
Kisah Sitti terdengar oleh Iptu Hasan Fadhlyh. Kapolsek Tinggimoncong, Gowa itu kemudian langsung membantu untuk membangun rumah Sitti.
ADVERTISEMENT
"Saya tergugah hati ketika mengetahui nenek ini tinggal di sawah. Saya memang respon ketika melihat hal seperti ini," ujar Hasan kepada wartawan, Selasa (6/10).
Kisah Nenek 70 Tahun di Gowa Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reyot  (217185)
Daeng Sitti, nenek 70 tahun yang tinggal seorang diri di gubuk di Gowa, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Istimewa
Hasan mengatakan bantuan bangunan rumah layak huni itu merupakan kerjasama dengan relawan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Manimbahoi.
"Saya disini cuma ikut membantu. Kalau inisiasinya tetap anak-anak Dinas PMD dan komunitas relawan disana," tambahnya.
Hasan menambahkan, Sitti merupakan warga Desa Manimbahoi. Namun selama ini, dia tidak memiliki Kartu Keluarga dan KTP. Sehingga, nenek Sitti tidak masuk dalam penjaringan untuk mendapatkan bantuan sosial pemerintah.
"Sehingga, inisiatif dari teman-teman Dinas PMD bersama dengan relawan untuk menggalang donasi untuk membangun rumah layak huni untuk nenek Sitti," ujar Hasan.
ADVERTISEMENT
Hasan mengatakan bantuan tersebut tidak mengatasnamakan institusinya. Ia merasa tergerak karena masyarkat membutuhkannya.
"Dan saya sudah janji, kalau saya tanggung semen hingga selesai rumahnya. Jadi kemarin itu, saya sudah berikan semen untuk pembangunan rumah layak huni dan toilet," pungkasnya.