kumparan
18 Jun 2019 15:56 WIB

Kisah Rafi, Korban Insiden Cipali yang Sempat Tak Ingin Ikut Liburan

Suasana rumah Rafi korban kecelakaan beruntun Tol Cipali, Selasa (18/6). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Rafi Mauladana (20) menjadi satu dari 12 korban tewas dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipali KM 150, Senin (17/6). Ia menumpang Xpander merah bersama dua sepupunya, Reza dan Rivan, serta sahabatnya, Dhafa dan pamannya, Heruman Taman.
ADVERTISEMENT
Saat kecelakaan, mereka tengah dalam perjalanan pulang ke Jakarta usai liburan di kawasan Dieng, Wonosobo.
Tante Rafi, Betty Panggabean, yang mewakili pihak keluarga mengatakan, Rafi awalnya sudah merasa berat untuk ikut liburan. Rafi merasa masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan di tempat magangnya, sehingga ia enggan untuk ikut di acara liburan yang disiapkan ibunya tersebut.
“Sudah berat, dari harusnya berangkat itu Kamis sore, jadi Kamis malam juga kalau enggak salah, sudah enggak mau,” kata Betty di rumah duka, Jalan Nangka, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, Selasa (18/6).
Karangan bunga di rumah Rafi korban kecelakaan beruntun Tol Cipali, Selasa (18/6). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Betty menambahkan, hati Rafi akhirnya luluh setelah diming-imingi akan dibelikan motor saat ulang tahunnya. Kebetulan 30 Juni nanti ia tepat berusia 21 tahun.
ADVERTISEMENT
“Cuma ortunya minta dia ikut dengan diiming-imingi mungkin motor ini, dengan bapaknya dia kan takut enggak enak ya, dia iyain. Dia (aslinya) sudah enggak mau berangkat. Kamis, Jumat itu harusnya kerja,” kata Betty.
Liburan berlangsung hingga Minggu (16/6). Rombongan yang membawa 2 mobil ini berpisah jalan. Rafi ikut mobil Xpander merah bersama paman dan sepupu-sepupu cowok. Sedangkan orang tuanya bersama sepupu perempuan menumpang mobil Pajero.
Mobil Mitsubishi Xpander yang ringsek ditimpa bus Safari dalam kecelakaan di Tol Cipali Km 150, Senin (17/6/2019) dinihari. Foto: Nunki Lasmaria Pangaribuan/ kumparan
Rafi berangkat 30 menit lebih awal agar subuh sudah sampai di Jakarta dan bisa melanjutkan kerja. Namun, takdir berkata lain. Di Tol Cipali KM 150 mobilnya dihantam bus Safari yang oleng dari arah berlawanan. Tak ada yang selamat di mobil Xpander yang ringsek itu.
Sekitar satu setengah jam setelah kejadian, mobil Pajero yang ditumpangi orang tua Rafi tiba di lokasi. Adik Rafi, Nur Syifa, yang ada di mobil tersebut, menyadari mobil yang dijaga polisi itu milik keluarganya.
ADVERTISEMENT
Keluarga juga belum tahu apakah keluarganya akan mendapatkan santunan dari pihak Jasa Raharja. Menurutnya hingga kini belum ada pihak Jasa Raharja yang menghubungi mereka.
“Nah, itu kita belum dapat kejelasan karena sejauh ini juga dari kemarin sampai sekarang belum ada pihak dari Jasa Raharja atau pihak kepolisian yang datang kepada kami yang menjelaskan duduk perkara sebenarnya itu bagaimana. Kita belum tahu,” kata Betty.
Ia menuturkan, orang tua Rafi belum berpikir untuk mengurus hal-hal seperti itu. Menurutnya keluarga masih terpukul dengan peristiwa yang merenggut nyawa Rafi beserta dua sepupu, satu paman, dan sahabatnya tersebut.
“Kami masih berduka banget. Jadi itu sudah ada yang tackle, belum tanya itu. Apakah itu pihak dari Jasa Raharja atau pihak mana kita belum tahu,” kata Betty.
ADVERTISEMENT
“Karena anaknya, Syifa, adiknya Rafi lihat. ‘Ma, ini kok mobil kita, Xpander kita. Dan mamanya yang pertama kali melihat itu wajah Rafi,” cerita Betty.
“Dia langsung turun, begitu lihat. ‘Pak itu anak saya’. Di tengah jalan itu dia langsung buka pintu dan loncat,” tambah Betty.
Rafi dan korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Cideres Majalengka. Dari sana keluarga langsung membawa jenazah ke Jakarta untuk dimakamkan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan