Klaster Takziah di Kabupaten Sleman Bertambah Satu

29 Maret 2021 20:20
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Klaster Takziah di Kabupaten Sleman Bertambah Satu (319314)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga mengantre untuk melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) Corona masal di GOR Pangukan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (12/5). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
ADVERTISEMENT
Klaster takziah ditemukan di Dusun Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY dengan 44 orang positif virus corona. Tak hanya itu, klaster takziah juga terjadi di tempat lain tepatnya di Dusun Plalangan, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman.
ADVERTISEMENT
Kasus di Plalangan ini juga mirip dengan di Blekik. Puluhan warga diketahui positif corona setelah melayat salah satu warga yang meninggal dunia bukan karena corona.
Kepala Puskesmas Kecamatan Sleman, Elyza Sinaga, mengatakan kasus terdeteksi setelah ada anggota keluarga yang mengalami gejala.
"Dari laporan pertama datang ke puskesmas [tanggal] 12 Maret, ada kasus yang positif dan mereka memeriksakan secara mandiri," kata Elyza dihubungi wartawan, Senin (29/3).
Ketika mendapati kasus tersebut, Puskesmas Sleman lantas melakukan tracing. Orang-orang yang berkontak dengan kasus positif ditelusuri.
"Pada waktu itu ada empat. Kemudian kita telusuri lagi berkembang jadi 32. Tapi 32 tidak seluruhnya di Sleman. Ada di Kecamatan Mlati, ada [kerabat] di luar daerah itu ada dari Jakarta dan Kalimantan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Para warga yang positif dan mengalami keluhan diisolasi di Asrama Haji dan Rusun Gemawang yang selama ini memang difungsikan sebagai shelter.
"Kemarin kita beberapa yang ada keluhan diantar ke Asrama Haji dan rusun [Gemawang]. Sebagian yang belum bergejala isolasi mandiri," ujarnya.
Sementara hari ini pihaknya juga melakukan swab antigen massal kepada sekitar 300an warga setempat.
"Undangannya disebarkan Pak Dukuh 395-an. Tapi yang datang yang hadir itu mohon maaf belum saya terima rekapannya," ujarnya.
Dari jumlah tersebut jika ditemukan ada yang positif antigen, maka akan dilanjutkan dengan PCR.
Sebelumnya, klaster takziah lainnya terjadi di Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman dengan 44 orang positif corona.
Kasus di Blekik bermula dari seorang warga yang meninggal dunia bukan karena corona pada 15 Maret lalu. Para warga kemudian melayat ke rumah duka dan selang beberapa hari anak dari warga tersebut mengalami gejala, setelah diperiksa pada 23 Maret ternyata dia dan anggota keluarga lain positif corona.
Klaster Takziah di Kabupaten Sleman Bertambah Satu (319315)
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsi. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Setelah itu, Dinkes Sleman lantas melakukan swab antigen pada tanggal 24 Maret. Dari total 148 orang, 22 di antaranya positif corona.
ADVERTISEMENT
"Jadi tanggal 24 Maret, tim puskesmas ke Blekik menindaklanjuti swab antigen dan PCR. Yang lolos tracing artinya tidak ada kontak itu 16. Yang di-swab antigen 148 orang. Yang positif antigen 22 orang," kata Juru bicara Pemda DIY untuk Penangan COVID-19, Berty Murtiningsih di sela-sela meninjau vaksinasi ASN di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul.
Kemudian pada 26 Maret tracing kembali dilakukan. Total ada 174 orang yang melakukan swab antigen massal. Hasilnya 22 orang lagi ditemukan positif.
"Tidak lanjut hasil positif antigen dievakuasi ke shelter Rusun Gemawang. Iya (total 44)," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020