News
·
10 Februari 2021 17:42

KNKT: CVR Sriwijaya Air Masih Dicari, Menyedihkan Jika Tak Ketemu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KNKT: CVR Sriwijaya Air Masih Dicari, Menyedihkan Jika Tak Ketemu (7862)
Panglima Koarmada I Laksmana Muda TNI AL Abdul Rasyid (kiri) menunjukan kotak penyimpanan memori dari perekam suara kokpit atau CVR Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (15/1). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 masih terus dilakukan.
ADVERTISEMENT
Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT Capt. Nurcahyo Utomo mengatakan pencarian CVR difokuskan pada area seluas 25 meter persegi. Di sana diperkirakan CVR berada berdasarkan dari temuan komponen-komponen sebelumnya.
Area itu kemudian dibagi dalam beberapa kotak kecil ukuran 5 meter persegi. Penyelam akan menggali lumpur yang ada di sana untuk menemukan bagian dari black box itu.
"Dugaan kami CSMU CVR tenggelam di bawah lumpur sehingga penyelam akan menggali," kata Nurcahyo saat konferensi pers, Rabu (10/2).
KNKT: CVR Sriwijaya Air Masih Dicari, Menyedihkan Jika Tak Ketemu (7863)
Sejumlah serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga EX JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Selain itu KNKT juga telah menurunkan alat peniup lumpur agar memudahkan penyelam dalam pencarian. Alat itu sudah mulai bekerja sejak Selasa (9/2) pagi.
"Kemarin kita sudah tiup tapi pagi, sorenya penyelam datang ternyata air lumpur dari sungai sampai, sehingga tidak bisa kelihatan. Baru pagi ini penyelam bisa lihat lagi lokasi hasil setelah ditiup ini dan ternyata kondisinya baik," kata Nurcahyo.
ADVERTISEMENT
Sementara itu Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan pihaknya akan berusaha untuk menemukan CVR. Sebab, benda tersebut dibutuhkan dalam penyelidikan guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.
Dari CVR bisa diketahui apa yang dilakukan pilot saat pesawat terjatuh. Serta juga masalah apa yang ditemukan pilot saat itu sehingga tidak bisa mengendalikan pesawat.
Hal itu menurut Soerjanto perlu diketahui oleh pihaknya untuk menarik kesimpulan dari kecelakaan tersebut.
"Kita belum bisa berpikir kalau CVR tidak ditemukan, ini kondisi yang sangat menyedihkan bagi kami sebagai badan investigasi (jika tidak temukan CVR) kami tidak bisa memberikan hasil atau kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Soerjanto.