News
·
10 Februari 2021 15:08

KNKT: Sriwijaya Air Jatuh Setelah 20 Detik Menukik dari Ketinggian 10.900 Kaki

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KNKT: Sriwijaya Air Jatuh Setelah 20 Detik Menukik dari Ketinggian 10.900 Kaki (70262)
Sejumlah tas berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
KNKT menyampaikan laporan pendahuluan terkait kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Laporan ini dihimpun dari berbagai data yang didapatkan dari berbagai sumber termasuk FDR dan data pembicaraan ATC.
ADVERTISEMENT
Kepala Sub Komite Keselamatan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, Sriwijaya Air diketahui terbang dengan ketinggian tertinggi pada 10.900 kaki. Setelah itu, pesawat bergerak turun.
Data itu terekam dalam FDR yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Ketinggian tertinggi Sriwijaya Air tercatat pada pukul 14.40.05 WIB.
Setelah ketinggian ini, pesawat turun tapi posisi hidung pesawat masih menghadap ke atas.
KNKT: Sriwijaya Air Jatuh Setelah 20 Detik Menukik dari Ketinggian 10.900 Kaki (70263)
Temuan barang milik korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Foto: Dok. Istimewa
"Ketinggian tertinggi pesawat 10.900 kaki. Setelah ketinggian ini pesawat turun, autopilot tidak aktif arah pesawat 16 derajat, sikap pesawat hidungnya naik miring ke kiri. Tuas pengatur mesin kiri mundur kecepatan berkurang, tuas kanan tetap," kata Nurcahyo dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2).
Lima detik kemudian, pesawat mulai berubah posisi. Hidung pesawat kini berada di bawah. Itu terjadi pada pukul 14.40.10 WIB. Kemudian, autothrottle pesawat juga tidak aktif.
ADVERTISEMENT
"20 detik kemudian FDR berhenti merekam," ucap dia.
FDR berhenti merekam kejadian yang ada di pesawat diduga setelah pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu.