kumparan
17 Januari 2018 18:38

Kolaborasi Taksi Konvensional dan GO-CAR, Driver Pun Makin Sejahtera

Di era teknologi yang berkembang sangat pesat, kolaborasi antara bisnis konvensional dan bisnis digital terbukti membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satunya, yang dirasakan oleh H. Ojan, pengemudi taksi Gemah Ripah di Bandung yang kini telah berkolaborasi dengan salah satu perusahaan platform transportasi online GO-CAR. Hal ini diketahui dari sebuah screenshot foto yang diunggah oleh akun instagram @gojek24jam yang memiliki pengikut mencapai 160 ribu akun.
ADVERTISEMENT
Foto tersebut menggambarkan foto pengemudi taksi konvesional yaitu Pak H. Ojan. Pengunggah foto tersebut adalah seorang admin dari akun Instagram @online.bdg yang memesan taksi online dari layanan GO-CAR beberapa waktu lalu. Dalam postingan tersebut, dia memesan kendaraan di sekitaran Jalan Sunda, Bandung. Namun ketika datang ke lokasi, penampakan GO-CAR tersebut bukan berupa mobil pribadi seperti kebanyakan transportasi online, melainkan sebuah taksi konvensional dari perusahaan Gemah Ripah. Gemah Ripah merupakan salah satu perusahaan taksi lokal di Indonesia yang bekerja sama dengan GO-CAR. Pada kerja sama seperti ini, pengguna aplikasi tidak hanya bisa mendapatkan transportasi online, tetapi juga taksi konvensional.
com-H. Ojan, Pengemudi Taksi Gemah Ripah (Foto: GO-JEK Indonesia)
“Kaget sih, tapi ini sebuah inovasi juga agar kedepannya, angkutan taksi konvensional dan online bisa saling merangkul dan bergabung untuk melayani warga Bandung,” tulis admin @online.bdg dalam tautan di akun instagramnya.
ADVERTISEMENT
Tak sampai di situ, setelah masuk ke dalam taksi tersebut, dia mengaku sempat berbincang dengan Ojan. Menurut sang driver, penghasilannya semakin meningkat sejak perusahaan taksi tempat dia bernaung berkolaborasi dengan GO-CAR.
“Semenjak ada kerjasama antara perusahaan taksi konvensionalnya dengan perusahaan penyedia jasa taksi online, (sang driver) merasa sangat terbantu,” tulis akun tersebut.
Admin @online.bdg pun berpesan kepada seluruh masyarakat yang melakukan order taksi online, agar tidak dibatalkan jika yang datang adalah taksi konvensional demi membantu kesejahteraan pengemudi. Untuk tarifnya pun, diakuinya sama (flat) dengan di aplikasi.
Ketika dihubungi via telfon, Ojan mengaku baru tiga minggu memanfaatkan aplikasi GO-CAR. Namun diakuinya, selama tiga minggu tersebut dia merasakan manfaat yang jauh lebih baik.
com-Foto H. Ojan (Foto: GO-JEK Indonesia)
“Dulu penghasilan saya, seperti gali lubang tutup lubang. Untungnya enggak seberapa, seringnya malah nutupin setoran pakai uang sendiri. Jadi pulang ke rumah kadang enggak bawa uang sama sekali. Malu sama istri dan anak karena saya nya ngeluh melulu,” ceritanya.
ADVERTISEMENT
Sejak perusahaan taksi Gemah Ripah bekerja sama dengan GO-CAR, diakui Ojan, pendapatannya semakin meningkat dan mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, adanya kolaborasi ini diakui Ojan juga mempermudah penumpang mendapatkan kendaraan karena terhubung langsung lewat aplikasi. Selain mendapatkan taksi melalui pangkalan hotel, mal, atau menyetop di jalan, para penumpang juga bisa memesan taksi lewat aplikasi. Kemudahan akses ini juga didukung oleh tarif flat (tetap) yang telah diatur oleh perusahaan, sehingga penumpang tetap membayar sesuai yang tercantum pada aplikasi.
Ojan juga mengaku penggunaan aplikasi GO-CAR membuat waktunya untuk keluarga menjadi lebih fleksibel karena tidak harus menunggu lama di pangkalan. Karena itu, waktunya untuk keluarga menjadi lebih banyak.
“Anak-anak saya senang karena perusahaan sudah kerja sama dengan GO-CAR, pendapatannya lebih baik. Tapi suka nyuruh juga, atuh bapak jangan kerja melulu, istirahat. Tapi selama saya masih kuat dan rezeki yang saya terima halal, saya akan teruskan. Semoga semakin banyak kerja sama seperti ini di mana-mana, supaya kita driver taksi konvensional juga bisa dapat manfaat online,” harapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan