kumparan
28 Maret 2019 11:16

Komedian Volodymyr Zelensky Unggul di Jajak Pendapat Pilpres Ukraina

Volodymyr Zelensky, Ukraina
Komedian sekaligus kandidat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tampil dengan grup komedi 'blok ke-95' di Kiev. Foto: AFP/Supinsky
Seorang komedian, yang tidak punya pengalaman politik, unggul dalam jajak pendapat jelang pemilihan Presiden Ukraina pada Minggu (31/3) mendatang.
ADVERTISEMENT
Volodymyr Zelensky (41) merupakan komedian yang bermain di serial komedi politik Ukraina, 'servant the people'. Saat ini Zelensky telah merengkuh posisi puncak di jajak pendapat dengan peroleh 28 persen.
Dua penantangnya, Presiden petahana Petro Poroshenko dan eks Perdana Menteri Yulia Tymoshenko saat ini memperoleh hasil yang hampir serupa, 16 persen.
Volodymyr Zelensky, Ukraina
Komedian sekaligus kandidat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tampil dengan grup komedi 'blok ke-95' di Kiev. Foto: AFP/Supinsky
Unggulnya Zelensky merupakan kejutan. Sebab, saat berkampanye, Zelensky mengakui ia tak punya pengalaman berpolitik tapi mengklaim punya kekuatan memimpin negara pecahan Uni Soviet tersebut.
"Saya tidak punya pengetahuan tapi saya sudah mempelajari ini sekarang," sebut Zelensky saat berbincang dengan kantor berita Prancis AFP, Kamis (28/3).
"Saya tidak mau terlihat bodoh," tegasnya.
Volodymyr Zelensky, Ukraina
Komedian sekaligus kandidat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menunggu di belakang panggung sebelum tampil dengan grup komedi 'blok ke-95' di Kiev. Foto: AFP/Supinsky
Pemilu Ukraina 2019 diselenggarakan saat negara di Eropa Timur itu dilanda krisis. Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah terus merosot.
ADVERTISEMENT
Warga Ukraina diduga mengalami stres akibat korupsi dan standar hidup yang stagnan.
Volodymyr Zelensky, Ukraina
Komedian sekaligus kandidat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tampil dengan grup komedi 'blok ke-95' di Kiev. Foto: AFP/Supinsky
Krisis di Ukraina mulai saat mantan Presiden Viktor Yanukovych terguling. Sosok tersebut dikenal sebagai sekutu dekat Rusia.
Setelah Yanukovych 2014 lalu, kericuhan besar terjadi. Wilayah Timur meminta merdeka, sementara wilayah Crimea dianeksasi oleh Rusia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan