News17 September 2020 16:38

Komisi III: Bareskrim Harus Ungkap Kebakaran Kejagung Disengaja atau Kelalaian

Konten Redaksi kumparan
Komisi III: Bareskrim Harus Ungkap Kebakaran Kejagung Disengaja atau Kelalaian (52883)
Petugas Pemadam Kebakaran melakukan proses pendinginan di gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung bukan karena korsleting listrik sehingga ada indikasi pidana di insiden itu. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR Herman Herry menyambut baik kemajuan penyelidikan yang dilakukan Polri.
ADVERTISEMENT
"Tentunya indikasi awal bahwa kebakaran ini mengarah ke peristiwa pidana harus diteruskan dengan menetapkan pihak-pihak yang diduga terlibat," kata Herman kepada wartawan, Kamis (17/9)
"Bareskrim juga harus segera mengungkap apakah kebakaran tersebut disebabkan oleh kesengajaan atau kelalaian," imbuhnya.
Komisi III: Bareskrim Harus Ungkap Kebakaran Kejagung Disengaja atau Kelalaian (52884)
Ketua Komisi III DPR sekaligus ketua Panja Jiwasraya Herman Herry sebelum memulai Rapat Panja perdana Panja Jiwasraya dengan Plh Jampidsus di Senayan, Jakarta. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Apalagi, kata Herman, perhatian publik kepada kasus ini sangat besar, bahkan sampai menimbulkan spekulasi liar. Sehingga di tahap selanjutnya, yaitu penyidikan, harus dilakukan secara transparan dan profesional.
"Pihak kepolisian harus bekerja transparan dan profesional untuk mengungkap kebakaran gedung Kejaksaan Agung, terlebih kasus ini menjadi salah satu perhatian masyarakat," sebutnya.
Lebih lanjut, Herman memastikan sebagai mitra kerja Polri, Komisi III akan terus melakukan pengawasan dan memantau penyidikan yang dilakukan Polri soal kebakaran di Kejagung.
ADVERTISEMENT
"Terkait fungsi pengawasan, kami di Komisi III DPR RI tentunya juga akan terus memantau perkembangan penyelidikan kebakaran ini," tandas Legislator dapil NTT itu.
Kabareskrim Komjen Sigit menuturkan, insiden itu masuk ke ranah pidana berdasarkan pemeriksaan 131 saksi. Dengan dinaikkannya status kasus kebakaran menjadi penyidikan akan membuka peluang adanya tersangka dalam kebakaran tersebut.
"Menggunakan instrumen gas chromatography serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap 131 saksi dengan menggunakan alat poligraf (uji) kebohongan, ahli kebakaran, dan ahli pidana, maka penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white