News
·
22 April 2021 17:16

Komisi III soal Penyidik KPK Peras Walkot Tanjung Balai: Pengawasan Lemah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Komisi III soal Penyidik KPK Peras Walkot Tanjung Balai: Pengawasan Lemah (461539)
Ilustrasi KPK. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pimpinan Komisi III DPR menyoroti tindakan penyidik KPK yang diduga memeras Wali Kota Tanjung Balai HM Syahrial.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menilai kejadian ini membuat nama lembaga KPK buruk.
"Kejadian ini sangat merugikan nama baik KPK karena bisa jadi persepsi publik atas kepercayaan antikorupsi, bisa jadi disamakan dengan lembaga penegak hukum lainnya. Sehingga wibawa KPK juga ikut terpuruk," kata Pangeran kepada wartawan, Kamis (22/4).
Politikus PAN ini juga menilai peristiwa tersebut harus dijadikan pelajaran agar ke depan penempatan penyidik KPK harus dilakukan dengan baik. Misalnya, memastikan merekrut orang-orang yang berintegritas.
"Kejadian ini memperingatkan agar penempatan penyidik atau pegawai di KPK harus benar benar terseleksi dan diisi orang orang yang memiliki integritas, punya kemampuan dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi dan moralitas serta akhlak yang teruji," ujarnya.
Komisi III soal Penyidik KPK Peras Walkot Tanjung Balai: Pengawasan Lemah (461540)
Pangeran Khairul Saleh, Wakil Ketua Komisi III DPR RI FPAN Foto: Dok. Pribadi
Selain itu, peristiwa ini membuktikan bahwa pengawasan di KPK cukup lemah sehingga perlu dievaluasi lagi ke depan.
ADVERTISEMENT
"Kejadian ini juga menunjukkan bahwa ada kelemahan dalam pengawasan sehingga kejadian kejadian di atas dapat terjadi," katanya.
Sebelumnya, seorang penyidik KPK ditangkap oleh Divisi Propam Polri karena diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai H.M Syahrial sebanyak Rp 1,5 miliar.