Ilustrasi vaksin AstraZeneca
27 Desember 2020 19:11

Komisi VI: RI Gagal Beli Sinopharm-AstraZeneca karena Terawan Tak Teken Kontrak

Komisi VI: RI Gagal Beli Sinopharm-AstraZeneca karena Terawan Tak Teken Kontrak (396526)
searchPerbesar
Ketua DPP PKB dan Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza. Foto: Facebook/Faisol Riza
Indonesia berniat membeli 5 jenis vaksin corona yakni Pfizer, Sinovac, Sinopharm, Moderna, dan AstraZeneca. Bagaimana perkembangannya dengan pergantian Menkes dari Terawan Agus Putranto ke Budi Gunadi Sadikin?
ADVERTISEMENT
Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza, berpendapat masuknya nama Budi Gunadi Sadikin memiliki keterkaitan dengan rencana vaksinasi yang akan dilakukan pemerintah di tahun 2021.
"Saya lebih ingin melihat bahwa kabinet ini mungkin kabinet yang diharapkan Pak Jokowi bisa bekerja di 2021, di mana memberikan dua tekanan pertama suksesnya vaksinasi. Kedua, pemulihan ekonomi lebih cepat," kata Faisol dalam sebuah diskusi daring bertajuk 'Crazy Rich Masuk Kabinet; Membaca Politik Plutokrasi Era Jokowi," Minggu (27/12)
Soal nama Budi Sadikin, lanjut Faisol, mungkin agar lebih praktis. Sebab, menurut Faisol, sebagai Wamen BUMN Budi Sadikin beberapa bulan terakhir berkecimpung sangat dalam pada urusan penanganan COVID-19.
Budi Sadikin memang bukan orang asing bagi Komisi VI DPR, sebab BUMN merupakan mitra kerja Komisi VI DPR.
ADVERTISEMENT
"Menyediakan Wisma Atlet misalnya RS modular, konsolidasi RS BUMN dari 70 RS dalam satu induk di mana Pertamedika IHC menjadi leading company, kemudian upaya melakukan pembelian vaksin," beber Politikus PKB itu.
Komisi VI: RI Gagal Beli Sinopharm-AstraZeneca karena Terawan Tak Teken Kontrak (396527)
searchPerbesar
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
Faisol lalu menyinggung sejumlah produsen vaksin yang dulu digadang-gadang akan bekerja-sama dengan Indonesia namun akhirnya batal.
"Sinopharm, Sinovac dan AstraZeneca yang kabarnya gagal karena Menkes sebelumnya (Terawan) tidak mau tanda tangan (kontrak) dan ini semua tentu jadi catatan," ungkap dia.
Proses pengadaan vaksin memang meskipun menjadi domain Kementerian BUMN, namun Kemenkes juga turut andil untuk memberikan persetujuan.
Kini, dari 6 produsen vaksin yang awalnya akan menjadi mitra pemerintah Indonesia, hanya Sinovac yang telah tiba di Tanah Air. Jumlahnya mencapai 1,2 juta dosis vaksin siap pakai.
ADVERTISEMENT