Politik
·
26 Maret 2019 18:07

Kompas Yakin Surveinya soal Jokowi Menurun dan Prabowo Menguat Akurat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kompas Yakin Surveinya soal Jokowi Menurun dan Prabowo Menguat Akurat (52993)
Survei Kompas Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandi Maret 2019. Foto: Adham Rizqy/kumparan
Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Rabu (20/3) lalu menuai pro kontra lantaran hasilnya yang berbeda dari lembaga survei lain. Elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin mencapai angka 49,2 persen, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menguat di angka 37,4 persen.
ADVERTISEMENT
Peneliti Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas, mengatakan, meskipun angka elektabilitas kian menipis, angka tersebut tidak jauh berbeda dengan survei lainnya. Bila digabungkan dengan margin of error, maka hasilnya akan sama atau mendekati lembaga lain.
"Menurut kami masih cukup akurat. Sebetulnya, kami kaget. Tapi, sebetulnya angka kami masih di batas margin of error lembaga survei yang lain," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda?' di Warunk Upnormal Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/3).
“Tapi kalau dilihat dari sisi statistik, kami butuhnya masih masuk di dalam rentang margin of error lembaga survei yang lain. Contoh paling baru Charta Politika, elektabilitas 01 (Jokowi-Ma'ruf) itu 52 koma sekian, angka kami 49,2, kalau angka ditambah margin error 2,2. Angka dari Charta atau dikurangi 2,2 ketemu diangka yang sama itu,” ujar Toto.
Kompas Yakin Surveinya soal Jokowi Menurun dan Prabowo Menguat Akurat (52994)
Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi di pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum tahun 2019 di KPU. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Charta Politika merilis tingkat elektabilitas capres cawapres pada Senin (26/3) kemarin. Hasilnya, pasangan calon 01 unggul dengan skor 53,6 persen, dan 02 mendapat 35,4 persen. Margin of error +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau dibandingkan dengan yang lain kami sebetulnya tidak beda jauh," imbuh Toto.
Lalu, Toto juga menjelaskan mengenai headline di Harian Kompas saat mengumumkan hasil survei dengan tajuk jarak antara kedua calon ‘menyempit’. Toto memastikan, pemilihan judul headline tersebut tidak salah karena merujuk survei Litbang Kompas.
“Dan istilah menyempit itu, kan, boleh ditafsirkan dari manapun, tapi, kan, boleh, dong, kalau dari (jarak terpaut antar dua calon) 19,9 persen menjadi 11,8 persen, itu menyempit, meskipun rentangnya sebetulnya masih luas. Ini soal sudah pandang memang bisa, sih,” jelas Toto.
Jika dibandingkan dengan hasil survei Litbang Kompas pada Oktober 2018 lalu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun dari 52,6 persen menjadi 49,2 persen. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi menguat dari 32,7 persen menjadi 37,4 persen.
Kompas Yakin Surveinya soal Jokowi Menurun dan Prabowo Menguat Akurat (52995)
Diskusi Publik ‘Kenapa Hasil Survei Beda?’ di Upnormal Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/3). Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
“Hasilnya kami analisis ternyata demografinya tidak berbeda dengan Oktober dan Maret. Kalau tidak berbeda berarti hasilnya juga tidak masalah, dong. Kan angka berikan kami 52,32 (survei Litbang Kompas per Oktober 2018 untuk Jokowi-Ma'ruf) bahwa sekarang 49,37, ya, faktanya begitu,” ujar Toto.
ADVERTISEMENT
Survei Litbang Kompas per Maret 2019 digelar dengan cara wawancara tatap muka kepada 1.200 responden di 34 provinsi, dari 22 Februari-5 Maret 2019. Sampling diambil dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Margin of error sebesar 2,2 persen dan ada potensi pemilih memindahkan dukungan.
Survei ini juga menggunakan metode ekstrapolasi, yaitu mengasumsikan tidak ada undecided voters alias memilih langsung dua kandidat atau mengasumsikan hasil akhir Pilpres.
Kompas Yakin Surveinya soal Jokowi Menurun dan Prabowo Menguat Akurat (52996)
Infografik survei elektabilitas Capres-Cawapres. Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan