News
·
18 Juli 2020 16:15

Kompolnas: Kasus Djoko Tjandra Momentum Bersih-bersih Polri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kompolnas: Kasus Djoko Tjandra Momentum Bersih-bersih Polri (290003)
Coverstory Djoko Tjandra. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Kapolri mencopot 3 jenderal polisi sebagai buntut kaburnya buronan kasus cassie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Tjandra. Ketiganya ialah Brigjen Prasetijo, Brigjen Nugroho, dan Irjen Napoleon Bonaparte.
ADVERTISEMENT
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, mengapresiasi pencopotan pihak-pihak yang diduga terlibat pelarian Djoko Tjandra.
Poengky meminta Polri memanfaatkan kasus ini sebagai momentum bersih-bersih internal.
"Kejadian ini harus dipandang sebagai momentum bersih-bersih, terutama di tubuh Polri," ujar Poengky dalam diskusi di acara Sindo Trijaya FM, Sabtu (18/7).
Lebih lanjut, Poengky meminta Polri menindak tegas oknum-oknum yang terlibat. Bukan hanya sanksi soal pelanggaran kode etik, sanksi pidana perlu diterapkan jika terbukti adanya penyuapan. Sehingga kasus seperti ini tidak terulang di kemudian hari.
"Jadi untuk anggota-anggota yang melakukan tindakan pelanggaran hukum, melakukan tindakan kejahatan itu harus diberikan sanksi diberikan punishment, dan kompolnas akan terus mengawal proses ini dan kompolnas juga akan terus mengawal proses reformasi Polri agar ke depan Polri menjadi lebih baik," ucap Poengky.
Kompolnas: Kasus Djoko Tjandra Momentum Bersih-bersih Polri (290004)
Ilustrasi polisi. Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
Poengky pun meminta Polri meningkatkan koordinasi antar-penegak hukum. Sebab kaburnya Djoko Tjandra salah satunya karena lemahnya koordinasi.
ADVERTISEMENT
"Kami juga berharap adanya koordinasi koordinasi yang lebih baik di antara lembaga penegak hukum itu untuk bisa menangkap tidak hanya Djoko Tjandra, tetapi juga buronan-buronan terutama kasus korupsi yang lari keluar negeri," ucap Poengky.
Diketahui 3 jenderal Polri yang tersandung Djoko Tjandra telah dicopot dari jabatannya masing-masing.
Kompolnas: Kasus Djoko Tjandra Momentum Bersih-bersih Polri (290005)
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis teleconference dengan Kapolda se-Indonesia. Foto: Dok. Polri
Kapolri Idham Aziz mencopot Brigjen Prasetijo dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Brigjen Prasetijo dicopot lantaran menerbitkan surat sakti bagi Djoko Tjandra pada 18 Juni.
Sementara Brigjen Nugroho dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Brigjen Nugroho dicopot lantaran melanggar kode etik terkait penyampaian terhapusnya nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol ke Imigrasi. Penyampaian tersebut tanpa sepengetahuan atasan.
ADVERTISEMENT
Sama seperti Brigjen Nugroho, Irjen Napoleon Bonaparte juga dicopot dari jabatan Kadiv Hubinter terkait red notice Djoko Tjandra.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: