News
·
17 September 2020 14:15

Komunikasi Terakhir Briptu Andry dengan Keluarga Sebelum Tewas di Pondok Ranggon

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Komunikasi Terakhir Briptu Andry dengan Keluarga Sebelum Tewas di Pondok Ranggon (6923)
Evakuasi anggota polisi yang diduga dibacok di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa
Seorang anggota Polri, Briptu Andry Budi Wibowo, ditemukan tewas bersimbah darah di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Kamis (17/9) pagi. Polisi masih menyelidiki kasus ini.
ADVERTISEMENT
Keluarga menyebut, Andry sempat pulang ke rumah pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tapi, dia hanya sebentar dan izin untuk pergi lagi.
"Jam 2 lewat datang ke rumah, terus enggak berapa lama, dia bilang mau pergi dulu, dia enggak bilang pergi ke mana," kata Mega, kerabat dari Briptu Andry di rumah duka, kepada wartawan Kamis (17/9).
Komunikasi Terakhir Briptu Andry dengan Keluarga Sebelum Tewas di Pondok Ranggon (6924)
Mega, keponakan Polisi yang ditemukan tewas di Pondok Rangon. Foto: Dok. Istimewa
Andry pun sempat mengabari keluarganya lagi, sekitar 30 menit setelah ia pergi. Ia menanyakan sebuah mobil yang sempat berada di depan rumahnya saat ia pergi.
"Terus dia telepon lagi jam 3, mah di rumah masih ada mobil? Terus dia bilang yaudah hati-hati ya," ucap Mega.
Komunikasi tersebut menjadi kabar terakhir yang diterima keluarga dari Andry. Beberapa jam kemudian, Andry ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir jalan.
ADVERTISEMENT
Mega juga sempat mendatangi pemilik mobil yang parkir di depan rumahnya karena Andry sempat berkomentar soal mobil tersebut. Ternyata, sebuah mobil jenis Grand Max tersebut adalah milik seorang tukang gas.
"Saya nanya, yang punya mobil. Pas saya tanya, dia bilang nunggu tukang gas buat ambil parsel," kata Mega.
Sementara itu, polisi menyebut tidak ada barang milik Andry yang hilang saat ia ditemukan tewas. Motor korban pun ditemukan tak jauh dari lokasi.
Saat ini, Jenazah Andry masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. Polisi juga belum bisa menyimpulkan Andry korban pembunuhan atau begal.