Kumparan Logo
PTR, SDN Jatirasa V
Kondisi di SDN Jatirasa V, Jumat (3/1).

Kondisi SD Jatirasa V, Jati Asih, yang Porak Poranda Akibat Banjir

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi di SDN Jatirasa V, Jumat (3/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi di SDN Jatirasa V, Jumat (3/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Banjir yang menerjang perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jati Asih, Kota Bekasi, ikut memporak-porandakan gedung Sekolah Dasar Negeri Jatirasa V.

Seluruh ruangan di lantai satu tampak berantakan, atap roboh, kursi dan meja rusak. Di lantai satu terdapat 7 ruang kelas, ruang guru, musala, dan UKS. Dari semua ruangan tersebut tidak ada barang yang bisa diselamatkan.

Sedangkan untuk tiga ruangan di lantai dua juga tergenang air walaupun terbilang masih relatif aman. Terlihat seorang perempuan paruh baya dengan celana penuh lumpur duduk termenung di samping gedung sekolah.

Nurhayati Kepala Sekolah SDN Jatirasa V Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Dia Nurhayati, Kepala Sekolah SDN Jatirasa V, yang sedang beristirahat setelah 3 jam mengeluarkan lumpur dari ruang-ruang kelas bersama para guru lainnya.

"Saya pusing ini mau gimana kondisi sekolah begini, rasanya mau nangis," kata Nurhayati saat disapa kumparan, Jumat (3/1).

Nurhayati bercerita, sejak hujan besar di malam pergantian tahun 2020, ia sudah waswas tak karuan. Ia sampai tak bisa tidur karena bayang-bayang banjir yang merusak sekolahnya. Keesokan harinya, pukul 05.30 WIB ia langsung bergegas menuju sekolah. Benar saja dugaannya, banjir sudah merendam Perumahan Pondok Gede Permai sampai lebih kurang 4 meter.

Kondisi di SDN Jatirasa V, Jumat (3/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

"Saya jam 05.30 WIB sudah sampai di depan perumahan, tapi enggak boleh masuk, mau maksa tetap enggak bisa masuk," tutur Nurhayati. Dengan berat hati ia mengurungkan niatnya dan kembali lagi keesokan harinya, Kamis (2/1).

Setibanya di sekolah, hati Nurhayati terasa perih sekali melihat sekolah yang telah ia tangani selama 4 tahun ini hancur terendam banjir.

"Tidak ada yang tersisa, semua hancur, ada Infocus (proyektor), laptop, sound system, atap jebol, semua rusak," ujar Nurhayati.

Suasan di SDN Jatirasa V, Jumat (3/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Yang paling menyesakkan untuk dia adalah sebelum dimulainya libur semester, Nurhayati sempat mengingatkan pada guru untuk menyiapkan buku ajar semester baru. Maksudnya supaya saat proses belajar mengajar dimulai nanti guru-guru sudah siap.

"Guru-guru sudah menyiapkan buku ajarnya di ruang guru, semua rusak. Ya ampun saya pusing, itu berapa juta biayanya. Apalagi tanggal 6 nanti sudah mulai masuk," kata Nurhayati pilu.

Suasan di SDN Jatirasa V, Jumat (3/1). Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Ia mengatakan belum punya solusi lebih lanjut untuk menangani masalah ini dan alternatif lokasi belajar mengajar untuk siswanya saat masuk sekolah Senin depan. Nurhayati juga pesimistis akan mendapatkan bantuan lebih dari pemerintah untuk pembangunan kembali sekolahnya.

"Sudah saya laporkan ke Dinas Pendidikan, tapi kalau dari pengalaman kejadian sebelumnya sih enggak ada dana khusus untuk perbaikan. Saya harus putar otak sendiri dari dana BOS pemeliharaan," kata Nurhayati.

Nurhayati Kepala Sekolah SDN Jatirasa V Foto: Ulfa Rahayu/kumparan