News
·
24 Oktober 2018 13:16

Kontroversi FTV Azab: Mayat Masuk Coran Molen dan Tertimpa Meteor

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kontroversi FTV Azab: Mayat Masuk Coran Molen dan Tertimpa Meteor (8327)
Ilustrasi FTV Azab. (Foto: Basith Subastian/kumparan)
Beberapa waktu lalu, FTV bergenre religi yang menampilkan fenomena azab Tuhan tengah ramai dibicarakan karena adanya adegan kurang logis dan tidak pantas.
ADVERTISEMENT
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah melayangkan surat teguran untuk salah satu episode FTV ‘Azab’. KPI juga memiliki data aduan dari masyarakat terkait FTV tersebut.
Hal ini berujung pada surat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan aduan masyarakat yang masuk ke KPI .
Komisioner KPI Mayong Suryo Laksono mengatakan, ada beberapa aduan masyarakat yang masuk ke KPI terkait FTV ‘Azab’ yang ditayangkan Indosiar dan FTV ‘Dzolim’ milik MNC TV.
“Aduan ‘Azab’ sampai Selasa yang lalu (16/10), jumlahnya tidak cukup banyak, tapi adalah. Tidak sampai 30an,” jelas Mayong kepada kumparan Minggu (21/10).
Senada dengan Mayong, Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran Dewi Setyarini juga menyampaikan hal yang sama. Dia membenarkan ada beberapa aduan yang masuk ke KPI.
ADVERTISEMENT
“Iya kita juga beri peringatan untuk ‘Dzolim’. Selain dari aduan itu, kami pun dari tim pemantauan melihat poin itu, di norma dan etika,” jelas Dewi.
Kontroversi FTV Azab: Mayat Masuk Coran Molen dan Tertimpa Meteor (8328)
Mayong Suryo Laksono, Komisaris KPI (Foto: Puti Cinintya Arie Safittri/kumparan)
Dalam data aduan KPI periode September-Oktober yang didapat kumparan dari KPI, terdapat 2 aduan masyarakat yang disampaikan melalui email untuk FTV ‘Azab’. Lain hal dengan FTV ‘Dzolim’ yang mendapat lebih banyak aduan.
Dalam data tersebut, tercatat ada 7 aduan masyarakat untuk FTV ‘Dzolim’. Aduan ini masuk melalui Twitter sebanyak 2 aduan, email sebanyak 4 aduan, dan Instagram dengan 1 aduan.
Dari pantauan kumparan, ada tiga akun Twitter yang mengadukan FTV ‘Azab’ kepada KPI.
kumparan juga menemukan aduan masyarakat di Pojok Aduan pada laman resmi KPI. Dalam aduan tersebut, Devi Anjassari selaku pengadu mengatakan, tak seharusnya azab Tuhan dipertontonkan.
ADVERTISEMENT
“Apakah kita harus dipertontonkan betapa ngerinya azab Tuhan dulu (yang hanya berdasarkan imajinasi penulis tanpa referensi yang jelas) baru kita mau berbuat kebaikan? Dan bagaimana bisa FTV yang berbungkus Islam sangat jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri?” tulis Devi.
KPI sebelumnya telah melayangkan surat teguran kepada Indosiar pada 25 Juli 2018. Dalam surat tersebut, dijelaskan adanya dugaan pelanggaran pada penayangan FTV ‘Azab’ episode 15 Juli 2018 yang tayang mulai pukul 17.06 WIB.
KPI menjelaskan, program siaran tersebut menampilkan mayat seorang pria dengan wajah hitam dengan bibir terbuka dan penuh luka. KPI menganggap hal ini tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan anak-anak dan remaja.
Episode berjudul ‘Penghina Pengemis Mulutnya Terinfeksi dan Jenazahnya Terbungkus Karung Goni’ itu menceritakan tentang kisah seorang pria yang sering menyakiti hati orang lain melalui perkataannya. Kemudian meninggal dunia dengan keadaan yang mengenaskan.
ADVERTISEMENT
Dewi kemudian mengungkapkan belum tahu apakah Indosiar telah menanggapi teguran KPI atau belum.
“Sampai sekarang kita belum ada informasi tuh apakah kemudian menolak atau apa. Tapi yang pasti itu bagian dari kita untuk memperbaiki kualitas tayangan,” jelas Dewi.
Jika memang Indosiar tak kunjung merespons teguran ini maka KPI akan memberikan peringatan tertulis kedua. Apabila surat teguran kedua juga tak mendapat respons, Dewi mengatakan, KPI akan menghentikan sementara atau pengurangan durasi.
“Kita kan selalu punya mekanisme sanksi. seperti biasa. Sanksi administratif yang kita berikan. Peringatan itu bagian dari kebijakan kita. Nah, kemudian sanksi itu sendiri merupakan sebuah teguran tertulis,” jelasnya.
Menurutnya, kedua FTV tersebut mengkhawatirkan karena dapat mengubah persepsi penonton terhadap Islam. Dia juga mengatakan, adegan yang ditampilkan tidak logis.
ADVERTISEMENT
“Karena kurang logis terus kemudian kurang etis, jauh dari norma dan etika. Sebenarnya di titik itu sih cukup tidak punya etika gitulah,” ungkapnya.
Kontroversi FTV Azab: Mayat Masuk Coran Molen dan Tertimpa Meteor (8329)
Proses shooting film bertema azab. (Foto: Facebook/@Irma Afrilia)
Dia mengakui hampir semua FTV memang berlebihan dalam menggambarkan sebuah konflik. Namun, menurutnya, penggambaran azab yang ditampilkan dalam FTV tersebut sudah sangat berlebihan.
Salah satu episode ‘Dzolim’ berjudul ‘Mandor Kejam Jenazah Terkubur Cor Coran dan Tertimpa Meteor’ memang ramai dibicarakan oleh netizen karena adegan jenazah yang tergiling di molen pengaduk semen. Banyak netizen yang membuat adegan mayat yang tergulung molen menjadi lelucon.
KPI kemudian menilai adegan di FTV tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan. “Jadi over realita. Hyper realita. FTV dengan genre ini terlalu hyper hyper hyper hyper realita,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
“Jadi tidak sesuai dengan fakta atau tidak sesuai dengan kenyataan sehari-hari. Kita paham mungkin dalam kejadian sehari-hari ada kejadian yang luar biasa seperti mayat jatuh, tapi kan tidak kemudian digambarkan sedemikian rupa. Sudah jatuh, tergulung molen. Itu kan overnya terlalu berlebihan,” tuturnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Penerbitan MNC Group Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, menerima kritikan dari KPI. Dia juga mengatakan, pihaknya secara intensif melakukan diskusi dengan KPI sebagai bahan evaluasi internal.
“Artinya tidak ada pelanggaran serius terhadap P3 SPS. Itu sama dengan masukan untuk perbaikan. Ini jadi bahan evaluasi,” tegas Arya, Rabu (24/10).
Simak selengkapnya dalam topik Membedah FTV Azab