Korban Tewas Banjir Bandang di Afsel Capai 259 Jiwa

13 April 2022 20:42
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Peti kemas yang hanyut terbawa banjir di Durban, Afrika Selatan. Foto: Rogan Ward/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Peti kemas yang hanyut terbawa banjir di Durban, Afrika Selatan. Foto: Rogan Ward/REUTERS
ADVERTISEMENT
Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa pada hari Rabu (13/4) mengunjungi korban banjir di provinsi KwaZulu-Natal. Sejauh ini, banjir bandang yang menerjang Afrika Selatan telah memakan 259 korban jiwa.
ADVERTISEMENT
Ramaphosa dalam kunjungannya bertemu keluarga korban bencana yang rumahnya telah hancur akibat banjir dan longsor. Ia berjanji akan terus membantu mereka dengan segala cara.
“Anda tak sendiri, kami akan melakukan segala cara untuk membantu anda. Walaupun hati Anda sakit, kami ada di sini untuk Anda,” ujar Ramaphosa seperti dikutip dari Reuters.
Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir di KwaNdengezi, Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir di KwaNdengezi, Durban, Afrika Selatan, Selasa (12/4/2022). Foto: Rogan Ward/Reuters
Selain menyebabkan banjir, hujan lebat yang mengguyur Afrika Selatan juga merusak jalan dan mengganggu pengiriman di salah satu pelabuhan tersibuk di Afrika.
Pabrik kertas Sappi pada hari Rabu mengatakan, karyawannya kesulitan untuk melakukan perjalanan kerja akibat banjir dan kerusakan jalan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara itu, operator logistik dan pengangkutan terbesar Afrika Selatan, Transnet, terpaksa menangguhkan operasinya pada hari Selasa akibat cuaca ekstrem. Transnet dikabarkan telah kembali memulai operasi secara bertahap pada hari Rabu.
ADVERTISEMENT
"Anda sedang berjuang melawan salah satu insiden terbesar yang pernah kami lihat dan kami pikir ini hanya terjadi di negara lain seperti Mozambik atau Zimbabwe," tutur Ramaphosa.
Dalam beberapa dekade terakhir, negara tetangga Afrika Selatan, Mozambik, mengalami rangkaian banjir bandang. Bulan lalu, bencana banjir di negara itu menewaskan 50 orang dan melukai 80 lainnya.
Berdasarkan laporan ilmuwan, pantai tenggara Afrika saat ini berada di garis depan sistem cuaca lintas laut yang dipengaruhi oleh fenomena global warming. Mereka memprediksi cuaca ekstrem yang melanda negara ini akan bertambah parah dalam tahun-tahun ke depan.
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada Februari memperingatkan bahwa umat manusia masih jauh dari kata siap dalam menghadapi fenomena perubahan iklim yang sudah mulai terjadi.
ADVERTISEMENT
IPCC mendesak dunia untuk segera mengambil tindakan dan meningkatkan investasi mereka dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020