News
·
13 April 2021 16:26

Korsel Hadapi Lonjakan Kasus Corona, Pemerintah Didesak Izinkan Tes Mandiri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Korsel Hadapi Lonjakan Kasus Corona, Pemerintah Didesak Izinkan Tes Mandiri (133992)
Oh Se-hoon (tengah), kandidat dari partai oposisi utama People Power Party, di Seoul, Korea Selatan. Foto: Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS
Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, mendesak pemerintah pusat Korea Selatan memberikan izin penggunaan alat tes COVID-19 mandiri. Hal ini disebabkan tumbuhnya kekhawatiran terjadi gelombang keempat COVID-19.
ADVERTISEMENT
Diberitakan Reuters, tak hanya Wali Kota Seoul, beberapa kepala pemerintahan lokal dan ahli lainnya juga menyorot keperluan penggunaan alat tes mandiri ini.
"Tentu berat sekali untuk mempertahankan sistem antivirus yang itu-itu saja. Kita perlu mencoba berbagai ide baru dan mengubah cara berpikir kita," ujar Oh pada rapat kabinet, Selasa (13/4), seperti dikutip dari Reuters.
"Saya menekan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan untuk mengeluarkan persetujuan penggunaan alat tes mandiri dalam waktu dekat," sambung dia.
Oh meminta Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan untuk memberikan izin penggunaan alat tersebut di rumah, restoran, pertokoan, dan fasilitas keagamaan. Ia yakin gawai tes mandiri cepat dan mudah mendeteksi kemungkinan adanya infeksi.
Selain itu, Oh juga menyalahkan pemerintah karena dianggap gagal menahan gelombang ketiga COVID-19 serta kesulitan yang dihadapi pemilik usaha kecil. Hal ini karena pemerintah terus menggunakan aturan pembatasan yang tidak efektif.
ADVERTISEMENT
Ahli Kesehatan Korea Selatan merespons desakan tersebut. Mereka akan mempertimbangkan penggunaan alat tes virus corona mandiri tersebut, meskipun akurasinya relatif rendah.
Korsel Hadapi Lonjakan Kasus Corona, Pemerintah Didesak Izinkan Tes Mandiri (133993)
Ilustrasi Rapid Test Corona Foto: Indra Fauzi/kumparan
Menteri Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korsel, Kim Gang-lip mengatakan, alat tes mandiri tersebut dapat berguna jika digunakan secara terbatas. Ia juga berjanji untuk mempercepat proses evaluasi.
"Saya berharap alat tersebut, yang memiliki aspek positif sebagai alat tambahan, dapat dimanfaatkan dengan baik. Hanya jika Anda dapat terus mengingat efek sampingnya," respons Kim, dikutip dari Reuters.
Pemerintan Korsel sebelumnya diketahui enggan memberikan izin penggunaan alat tes mandiri tersebut. Akurasi alat tersebut terbukti lebih rendah dibandingkan dengan tes PCR dan tes rapid yang telah digunakan.
Lewat tes mandiri dengan alat tersebut, menurut para ahli, kemungkinan adanya hasil tes negatif palsu menjadi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
Korsel sendiri tengah berjibaku dengan melonjaknya kasus infeksi COVID-19.
Hal tersebut menyebabkan pemerintah Korsel melakukan kembali pelarangan aktivitas pada kelab malam, tempat karaoke, dan sarana hiburan malam lainnya, yang dimulai pada Senin (12/4).