News
·
3 Agustus 2021 16:15
·
waktu baca 2 menit

Kota Banda Aceh Akan Pasang dan Aktifkan Alat Deteksi Tsunami-Gempa WRS

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kota Banda Aceh Akan Pasang dan Aktifkan Alat Deteksi Tsunami-Gempa WRS (53308)
searchPerbesar
Ilustrasi tsunami. Foto: Shutter Stock
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh kini telah memiliki dan akan memasang alat monitor gempa dan tsunami Warning Receiver System (WRS).
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banda Aceh, Nata Kurniawan Lubis, mengatakan pemasangan WRS untuk memudahkan memantau kejadian bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami.
Apabila terjadi gempa dan berpotensi tsunami, maka WRS dalam waktu 3 - 4 menit dapat segera menginformasikan kekuatan gempa dan pusat gempa.
“Serta peringatan dini tsunami kepada pejabat yang berwenang untuk dapat segera mengambil keputusan, dan disampaikan kepada instansi terkait serta masyarakat agar melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari tsunami,” kata Nata, Selasa (3/7).
Nata menjelaskan, bantuan WRS tersebut atas permintaan BPBD Kota Banda Aceh ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Saat ini, sedang dalam proses pemasangannya.
Selanjutnya, kata Nara, setelah instal akan dilakukan pelatihan kepada operator dari anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memfungsikan alat tersebut dan selanjutnya akan mensosialisasikannya ke masyarakat terkait mekanisme WRS tersebut.
ADVERTISEMENT
“Pendeteksian dan informasi gempa dan tsunami disampaikan melalui pesan SMS dan Whatsapp. Di Aceh, WRS sudah ditempatkan di Basarnas, BPBD kota Banda Aceh, BPBA, dan Aceh Barat,” tuturnya.
Dikatakan Nata, dengan adanya informasi peringatan dini bisa mengurangi risiko korban bencana gempa dan tsunami yang akan terjadi di Kota Banda Aceh.
“ Hal ini karena sudah duluan kita informasikan, sehingga masyarakat bisa langsung melakukan evakuasi dan penyelamatan sebelum terjadi bencana,” ujar dia.