News
·
22 Oktober 2020 17:30

Kota Pekanbaru Kini Berlabel Daerah dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi di RI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kota Pekanbaru Kini Berlabel Daerah dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi di RI (130771)
Seorang sipir berpakaian alat pelindung diri berjaga di gerbang utama di Lapas Perempuan Pekanbaru. Foto: FB Anggoro/ANTARA FOTO
Persentase kasus aktif corona di Indonesia terus menurun. Hal itu disampaikan jubir penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual yang diadakan rutin.
ADVERTISEMENT
Pada bulan Maret kasus aktif corona di RI adalah 91,26%. Lalu terus mengalami penurunan menjadi 81,57% pada bulan April, 71,35% bulan Mei, 57,25% bulan Juni, lanjut jadi 44,02% bulan Juli.
"Turun lagi 28,26% Agustus, turun lagi 23,74% September, dan hari ini persentase kasus aktif turun lagi menjadi 16,8%," kata Prof Wiku dari BNPB, Kamis (22/10).
Menurut Wiku, ini adalah proses penurunan yang cukup drastis dari waktu ke waktu. Ia menyebut ada perkembangan yang sangat baik.
"Kasus aktif harapannya dapat terus menurun dan ditekan agar tak ada kasus aktif sama sekali dan semuanya sembuh. Kasus aktif dapat ditekan dengan meminimalisir penularan, seluruh lapisan masyarakat dapat berkontribusi dengan terus disiplin melaksanakan 3M," urai dia.
Kota Pekanbaru Kini Berlabel Daerah dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi di RI (130772)
Prof Wiku Adisasmito. Foto: BNPB
Namun di sisi lain, Wiku juga menyoroti ada 12 daerah yang kasus positifnya konsisten di atas 1.000 selama beberapa pekan terakhir.
ADVERTISEMENT
  1. Kota Pekanbaru, 2909 kasus
  2. Kota Padang, 2816 kasus
  3. Jakarta Timur, 2781 kasus
  4. Jakarta Barat, 2023 kasus
  5. Kota Jayapura, 1959 kasus
  6. Jakarta Selatan, 1952 kasus
  7. Kota Depok, 1897 kasus
  8. Bogor, 1484 kasus
  9. Kota Bekasi, 1410 kasus
  10. Jakarta Utara, 1343 kasus
  11. Kabupaten Bekasi, 1039 kasus
  12. Jakarta Pusat, 1211 kasus
"Memang 12 kab/kota ini masuk ke kota-kota besar yang aktivitas sosial ekonominya sudah berjalan, tantangan terbesar adalah bagaimana protokol kesehatan dapat berjalan dalam setiap aktivitas masyarakatnya," tutup dia.