kumparan
search-gray
News6 November 2019 7:10

KPAI soal Ibu Buang Bayi ke Mesin Cuci Menyala: Anak Punya Hak Hidup

Konten Redaksi kumparan
KPAI soal Ibu Buang Bayi ke Mesin Cuci Menyala: Anak Punya Hak Hidup (347858)
Ilustrasi bayi baru lahir Foto: Jarmoluk/Pixabay
Warga Ilir Barat I, Palembang, digegerkan oleh kasus seorang ibu yang membuang bayinya ke dalam mesin cuci dengan kondisi menyala. Pelaku berinisial ST itu merupakan asisten rumah tangga mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki.
ADVERTISEMENT
Peristiwa ini terjadi di rumah Ishak. Keluarga Ishak yang menemukan bayi di dalam mesin cuci terbungkus kantung plastik dan handuk, langsung membawanya ke Rumah Sakit Siloam. Nahas, kondisi bayi terus melemah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menyatakan keprihatinannya. Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, menilai perlu adanya pendalaman khusus mengapa orang tua bayi tersebut membuang anaknya.
"Hal ini tentu menjadi peringatan kita semua, bahwa orang tua wajib disadarkan, bahwa anak memiliki hak hidup dan tumbuh kembang," ujar Rita saat dihubungi kumparan, Senin (5/11).
Rita menuturkan, polisi perlu mengusut kondisi kesehatan mental ST. Termasuk menelusuri apakah ST merupakan korban kekerasan seksual hingga nekat membuang anaknya ke dalam mesin cuci.
ADVERTISEMENT
Rita menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah Palembang untuk mendalami kasus ini.
KPAI soal Ibu Buang Bayi ke Mesin Cuci Menyala: Anak Punya Hak Hidup (347859)
Wakil Ketua KPA, Rita. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
"Anak masih tergantung nasibnya pada orang tua atau ibu. Sehingga orang tua dan calon orang tua harus benar-benar memahami hak anak," tuturnya.
Kuasa Hukum keluarga Ishak, Suharyono, sebelumnya mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, ST yang mengaku sakit perut meminta rekannya membawakan handuk. Namun, melihat wajah pelaku yang pucat, rekannya berinisiatif untuk membawanya berobat.
"Saat rekannya masuk ke kamar hendak mencari kartu identitas pelaku, sayup-sayup terdengar tangisan bayi. Setelah lebih diperhatikan, ternyata berasal dari dalam mesin cuci yang pada saat itu keadaan mesin cuci tersebut masih menyala," kata Suharyono, Selasa (5/11), dilansir dari publisher kumparan, Urban.id.
ADVERTISEMENT
"Pihak keluarga (Ishak) pun kemudian melaporkan kejadian ini kepada kepolisian," katanya.
Menurut Suharyono, berdasarkan keterangan keluarga, ST pernah menikah namun sudah lama berpisah. Di rumah Ishak, ST bekerja sebagai pengasuh anak sekitar enam bulan. Selama bekerja, ST diduga menutupi bagian tubuhnya dengan kain agar tak terlihat hamil.
"Selama bekerja ST juga tidak pernah mengaku sedang hamil," ujar Suharyono.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white