News
·
22 September 2020 12:12

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas PN Pekanbaru Terhadap Suheri Terta

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas PN Pekanbaru Terhadap Suheri Terta (99919)
Tersangka Legal Manager PT Duta Palma Grup pada tahun 2014 Suheri Terta meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (14/5/2020). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
KPK memutuskan untuk menempuh langkah hukum kasasi atas putusan bebas Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau. Suheri sebelumnya didakwa sebagai perantara suap di kasus mantan Gubernur Riau Annas Maamun.
ADVERTISEMENT
"JPU KPK yang diwakili Wahyu Dwi Oktavianto Selasa, 22/9/2020 menyatakan upaya Hukum Kasasi terhadap putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama atas nama Terdakwa Suheri Terta," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (22/9).
Ali merinci dua alasan mengapa KPK menempuh kasasi di Mahkamah Agung (MA).
Pertama, KPK meyakini adanya penerimaan uang oleh mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, melalui Gulat Medali Emas Manurung dari PT Duta Palma. Sebab, dugaan itu pun sudah diputus oleh MA, bahwa uang yang diterima Annas berasal dari PT Duta Palma.
Kedua, KPK meyakini adanya pemberian uang itu berdasarkan kesaksian Gulat Medali Emas Manurung dan Annas Maamun yang mengakui menerima uang di persidangan. Selain itu, KPK menyatakan ada juga alat bukti surat serta petunjuk berupa rekaman percakapan yang terungkap di persidangan.
ADVERTISEMENT
"Alasan dan dalil JPU selengkapnya akan disampaikan lebih lanjut dalam memori Kasasi yang akan JPU KPK serahkan kepada Mahkamah Agung melalui PN Tipikor Pekanbaru," kata Ali.
KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas PN Pekanbaru Terhadap Suheri Terta (99920)
Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Dalam kasusnya, Suheri sempat didakwa terlibat dalam proses rasuah yang terjadi antara Duta Palma Group kepada mantan Gubernur Riau Annas Ma'amun.
Hal itu terjadi saat Duta Palma Group mengirimkan surat pada Annas meminta mengakomodir lokasi perkebunan PT Palma Satu, PT Panca Argo Lestari, PT Banyu Bening, PT Seberida Subur yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau.
Terjadilah pertemuan antara SKPD terkait dengan Gulat Medali Emas Manurung, Suheri Terta, Surya Darmadi untuk membahas permohonan tersebut yang intinya membuka kawasan hutan atas perkebunan milik Duta Palma Group. Pertemuan itu bermaksud agar wilayah perkebunan dikeluarkan dari peta kawasan hutan Riau.
ADVERTISEMENT
Surya diduga menawarkan yang Rp 8 miliar kepada Annas bila perusahaannya masuk dalam revisi SK Menteri LHK yang dikeluarkan Zulkifli Hasan. Hal itu disanggupi Annas. Sementara Suheri menyerahkan uang senilai Rp 3 miliar kepada Gulat Manurung untuk diberikan ke Annas.
Dengan adanya pengubahan tersebut, perusahaan-perusahaan itu dapat mengajukan Hak Guna Usaha dan dapatkan ISPO sebagai syarat untuk sebuah perusahaan mengekspor sawit.
Namun, hakim menilai dakwaan itu tidak terbukti. Sehingga hakim menjatuhkan vonis bebas.
"Menyatakan Terdakwa Suheri Terta tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam Dakwaan Alternatif Pertama maupun dalam Dakwaan Alternatif Kedua," kata hakim saat bacakan amar putusan, Rabu (9/9).
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white