kumparan
10 Januari 2020 10:57

KPK Panggil Anggota DPR Teuku Riefky di Kasus Eks Menpora Imam Nahrawi

Ilustrasi kasus KPK
Ilustrasi kasus KPK Foto: Basith Subastian/kumparan
Penyidik KPK memanggil anggota DPR, Teuku Riefky Harsya, sebagai saksi. Politikus Demokrat itu akan diperiksa dalam perkara dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada KONI.
ADVERTISEMENT
Keterangan Teuku Riefky dibutuhkan untuk melengkapi berkas perkara tersangka mantan Menpora, Imam Nahrawi.
"Akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IMR (Imam Nahrawi)," kata Plt juru bicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri, dalam keterangannya, Rabu (8/1).
Belum diketahui materi pemeriksaan terhadap Teuku Riefky. Namun saat menjabat anggota DPR di periode 2014-2019, Teuku Riefky pernah menjabat Ketua Komisi X DPR, di mana Kemenpora merupakan mitra kerja. Sementara di periode 2019-2024, Teuku Riefky menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR.
Imam Nahrawi, pemeriksaan KPK
Mantan Menpora Imam Nahrawi usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Sebelumnya dalam perkara ini, Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya bernama Miftahul Ulum. Keduanya diduga terlibat dalam perkara penyaluran dana hibah dari Kemenpora kepada KONI.
Imam diduga turut menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total mencapai Rp 26,5 miliar. Uang itu diterima Imam dalam jabatannya sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan jabatannya selaku Menpora.
ADVERTISEMENT
Dari proses penyidikan, KPK pun telah menemukan sumber suap Imam yang diduga berasal dari commitment fee terkait tiga proyek bantuan Kemenpora kepada KONI.
Tiga proyek yang dimaksud yakni, anggaran fasilitasi bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018, anggaran fasilitas bantuan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan KONI pusat Tahun 2018, serta bantuan pemerintah kepada KONI dalam pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan