KPK Ungkap Transaksi Suap Ade Yasin ke Tim BPK Jabar, Ada Kode 'Fotokopian'

13 Juli 2022 16:46
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bupati Bogor Ade Yasin usai menjalani pemeriksaan penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar), Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/12). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Bogor Ade Yasin usai menjalani pemeriksaan penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar), Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/12). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Jaksa KPK mengungkap transaksi suap Bupati Bogor Ade Yasin kepada empat pegawai BPK Jawa Barat. Nilai suapnya hampir Rp 2 miliar yang dikumpulkan dari sejumlah SKPD di Pemkab Bogor.
ADVERTISEMENT
Ade Yasin melalui anak buahnya didakwa menyuap Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa, dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. Mereka Tim dari BPK Jabar yang bertugas mengaudit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran (TA) 2021. Suap diduga agar Pemkab Bogor mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Dalam salah satu transaksi, terungkap ada kode suap 'fotokopian'. Kode itu muncul saat Ihsan Ayatullah selaku Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada BPKAD Pemkab Bogor menyerahkan uang Rp 200 juta dalam 2 kali penyerahan kepada Hendra Nur Rahmatullah.
"Ihsan Ayatullah menyerahkan uang sebesar Rp 200.000.000 dalam 2 kali penyerahan yang masing-masing sebesar Rp 100.000.000 dengan kode “fotokopian” di ruang kerjanya," kata jaksa KPK membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (13/7).
Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Shutter Stock
Dalam dakwaan, suap diberikan secara bertahap melalui sejumlah pihak atas arahan Ade Yasin. Totalnya hingga Rp 1.935.000.000.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Berikut rinciannya:
  • Oktober 2021: Rp 100 juta yang diberikan Ihsan Ayatullah ke Anthon Merdiansyah. Uang tersebut disebut untuk membiayai uang sekolah dari Agus Khotib selaku Kepala BPK Jabar. Namun tak dijelaskan dalam dakwaan apakah uang tersebut benar diterima oleh Agus atau tidak. Uang ini dari sejumlah SKPD Pemkab Bogor.
  • Januari 2022: Rp 100 juta. Uang ini untuk mengupayakan tim yang melakukan pemeriksaan terhadap LKPD Kabupaten Bogor TA 2021 yang akan ditunjuk oleh BPK Jabar adalah tim yang mudah untuk dikondisikan. Lalu diberikan Rp 10 juta sebagai uang operasional Hendra Nur Rahmatullah dan Geri Ginanjar. Uang ini dari sejumlah SKPD Pemkab Bogor.
  • Februari 2022: Rp 200 juta dengan kode "fotokopian" agar tim BPK memberikan predikat WTP terhadap Pemkab Bogor. Uang ini dari Yukie Meistisia Anandaputri selaku Wakil Direktur Administrasi RSUD Ciawi.
  • Februari 2022: Rp 30 juta untuk keperluan uang mingguan tim pemeriksa BPK. Uang tersebut berasal dari Sintha Dec Chechawaty selaku kontraktor.
  • Februari 2022: Rp 200 juta. Uang bersumber dari Mika Rosadi dan Rizki Setiawan Kasubbag Keuangan di Bappenda Pemkab Bogor dan dari Rieke Iskandar selaku Sekretaris KONI.
  • Februari 2022: Rp 50 juta. Uang bersumber dari Mujiyono selaku Kasubbag Program dan Keuangan Kecamatan Cibinong Pemkab Bogor.
  • 18 Februari 2022: Rp 45 juta. Uang dari Maulana Adam melalui Rizki Taufik Hidayat dan Heri Heryana selaku Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Pemkab Bogor.
  • 18 Februari 2022: Rp 200 juta. Uang bersumber dari para Kabid dan Kepala UPTD pada Dinas PUPR Pemkab Bogor.
  • 7 Maret 2022: Rp 100 juta, atas arahan dari Unu Nuriman selaku Kasubkor di BPBJ dan Ruli Faturahman selaku Kasubbag Penatausahaan Keuangan Pemkab Bogor atas arahan Ihsan Ayatullah.
  • 18 Maret 2022: Rp 60 juta. Uang bersumber dari Maulana Adam.
  • Maret 2022: Rp 200 juta. Uang bersumber dari Sunaryo selaku kontraktor.
  • April 2022: Rp 90 juta. Uang dari Desirwan Desirwan Kuslan selaku Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
  • 8 April 2022: Rp 40 juta. Uang dari Yuyuk Sukmawati selaku Kabag Keuangan RSUD Cibinong.
  • 14 April 2022: Rp 70 juta. Uang bersumber dari Jonarudin Syah dan Lambok Latif Panjaitan sebagai kontraktor.
ADVERTISEMENT
Penerimaan uang tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada keempat pegawai BPK Jabar. Berikut rinciannya:
  • Hendra Nur Rahmatullah Kartika mendapat Rp 970 juta
  • Anthon Merdiansyah mendapat Rp 135 juta
  • Arko Mulawan mendapat Rp 195 juta
  • Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah mendapat Rp 195 juta.
Barang bukti OTT Bupati Bogor Ade Yasin ditampilkan saat konferensi pers di Gedung KPK pada Kamis (28/4/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Barang bukti OTT Bupati Bogor Ade Yasin ditampilkan saat konferensi pers di Gedung KPK pada Kamis (28/4/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Belakangan, Hendra Nur meminta uang tambahan sebesar Rp 500 juta secara cashless. Uang Rp 440 juta kemudian sudah disiapkan. Namun pada 26 April 2022, KPK melakukan OTT, terhadap transaksi tersebut.
Dalam dakwaan, Ade Yasin didakwa sebagai pemberi suap bersama Ihsan Ayatullah selaku Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada BPKAD Pemkab Bogor; Maulana Adam selaku Sekretaris Dinas PUPR Pemkab Bogor; dan Rizki Taufik Hidayat selaku Sub Koordinator Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah 2 pada Dinas PUPR Pemkab Bogor. Namun, mereka masih berstatus saksi.
ADVERTISEMENT
Pada saat ditetapkan sebagai tersangka, Ade Yasin membantah terlibat dalam kasus suap ini. Ia berdalih bahwa suap tersebut adalah perbuatan anak buahnya yang membuat dirinya turut bertanggung jawab.
"Saya dipaksa untuk bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buah saya, tapi sebagai pemimpin saya harus siap bertanggung jawab,” kata Ade saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kamis (28/4) pagi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020