News
·
18 Maret 2021 9:40

KPK Usut Aliran Uang dari Nurdin Abdullah ke Berbagai Pihak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KPK Usut Aliran Uang dari Nurdin Abdullah ke Berbagai Pihak (227965)
Ilustrasi uang sitaan KPK. Foto: Instagram/@official.kpk
KPK tengah menelusuri aliran uang suap yang diduga diterima oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Penyidik menduga Nurdin Abdullah memberikan uang itu ke berbagai pihak.
ADVERTISEMENT
Hal itu didalami dari pemeriksaan saksi bernama Kiki Suryani. Ia diperiksa pada Rabu (17/3).
Belum diketahui keterkaitan Kiki Suryani dalam kasus ini. Namun diduga ia mengetahui soal aliran uang itu.
"Kiki Suryani didalami pengetahuannya di antaranya terkait dugaan aliran sejumlah uang dari Tersangka NA (Nurdin Abdullah) ke berbagai pihak," ujar plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (18/3).
Dalam pemeriksaan kemarin, ada satu saksi lain yang dipanggil. Namun saksi bernama Virna Ria Valda itu mangkir.
"KPK mengimbau agar yang bersangkutan kooperatif hadir sesuai dengan surat panggilan yang akan segera dikirimkan," ujar Ali.
KPK Usut Aliran Uang dari Nurdin Abdullah ke Berbagai Pihak (227966)
Tersangka Gubernur Nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta (5/3). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Dalam kasusnya, Nurdin Abdullah diduga menerima suap Rp 2 miliar dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto. Suap diduga terkait pengerjaan proyek wisata Bira.
ADVERTISEMENT
Nurdin Abdullah diduga menerima suap itu melalui Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Pemprov Sulsel, Edy Rahmat. Nurdin Abdullah, Edy Rahmat, dan Agung Sucipto, sudah dijerat sebagai tersangka.
KPK Usut Aliran Uang dari Nurdin Abdullah ke Berbagai Pihak (227967)
Tersangka Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Selain diduga menerima suap, Nurdin Abdullah juga dijerat sebagai tersangka penerima gratifikasi Rp 3,4 miliar dari sejumlah kontraktor. Namun, KPK belum menjelaskan siapa saja pemberi uang dan keterkaitannya.