News
·
9 Maret 2021 0:55

KPK Usut Teknis Transaksi Dugaan Suap Nurdin Abdullah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KPK Usut Teknis Transaksi Dugaan Suap Nurdin Abdullah (162709)
Tersangka Gubernur Nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta (5/3). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Penyidik KPK kembali melanjutkan proses pemeriksaan terhadap tersangka Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Dalam pemeriksaan kali ini, penyidik mencoba mengkonfirmasi rangkaian teknis transaksi dalam dugaan suap yang diterima diterima oleh Nurdin.
ADVERTISEMENT
Selain melalui Nurdin, Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan hal itu juga didalami KPK dari keterangan dua tersangka lainnya yakni Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto dan Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Pemprov Sulsel, Edy Rahmat.
"Dikonfirmasi pula terkait teknis penyerahan sejumlah uang berupa fee yang diduga diberikan untuk tersangka NA (Nurdin Abdullah) oleh tersangka AS (Agung Sucipto) melalui tersangka ER (Edy Rahmat)," ujar Ali dalam. keterangan tertulisnya, Selasa (9/3).
"Tersangka NA (Nurdin Abdullah),tersangka ER (Edy Rahmat) dan tersangka AS (Agung Sucipto), masing-masing diperiksa tim penyidik KPK dalam kapasitas sebagai saling menjadi saksi," sambungnya.
KPK Usut Teknis Transaksi Dugaan Suap Nurdin Abdullah (162710)
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Masih dalam pemeriksaan para tersangka terkait perkara suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021, kata Ali, penyidik juga mendalami dugaan lain dalam perkara itu. Salah satunya yakni, berkaitan dengan dugaan pengerjaan sejumlah proyek yang sebelumnya telah melalui persetujuan Nurdin selaku kepala daerah.
ADVERTISEMENT
"Tim Penyidik KPK menggali pengetahuan para Tersangka tersebut di antaranya terkait dugaan pengerjaan beberapa proyek oleh tersangka AS (Agung Sucipto) yang sebelumnya telah di setujui oleh tersangka NA (Nurdin Abdullah) melalui tersangka ER (Edy Rahmat)," kata Ali.
Ali memastikan seluruh keterangan hingga pengakuan para tersangka dalam proses penyidikan nantinya akan dituangkan dalam BAP, sebelum akhirnya diungkap dan diadili dalam proses penuntutan.
"Keterangan selengkapnya tentu telah tertuang di dalam BAP pemeriksaan yang akan diungkap di depan persidangan yang terbuka untuk umum," tutupnya
Dalam kasusnya, Nurdin dijerat tersangka bersama dua orang lainnya. Keduanya yakni Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto dan Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Pemprov Sulsel, Edy Rahmat.
ADVERTISEMENT
Nurdin diduga menerima suap Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy. Suap itu agar Edy bisa mendapatkan proyek wisata Bira. Sementara di kasus gratifikasi, Nurdin total diduga menerima Rp 3,4 miliar dari sejumlah kontraktor.
Kasus ini terungkap dari OTT KPK yang dilakukan pada Jumat hingga Sabtu (27-28/2) lalu. Penangkapan ini mengagetkan publik sebab banyak yang tidak menyangka gubernur yang pernah menerima penghargaan antikorupsi itu terjaring OTT terkait suap dan gratifikasi.