kumparan
search-gray
News6 April 2020 16:31

KPK Yakin Ketua Baru MA Syarifuddin Mampu Bersihkan Mafia Peradilan

Konten Redaksi kumparan
Nawawi Pomolango pimpinan KPK terpilih periode 2019-2023 saat sesi foto dengan kumparan, Jakarta, Rabu (17/9/2018)
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat berbincang dengan kumparan, Jakarta, Rabu (17/9/2018). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, mengucapkan selamat kepada Muhammad Syarifuddin yang terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025. Nawawi yakin Syarifuddin bisa membawa MA menjadi lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
"Saya percaya sosok beliau akan mampu membawa MA lebih baik lagi ke depannya. Congrats. Pak Syarifuddin," kata Nawawi saat dihubungi, Senin (6/4).
Nawawi yakin Syafruddin mampu membebaskan mafia peradilan dan memaksimalkan upaya penciptaan aparatur peradilan yang bebas dari praktik korupsi.
"Insyaallah dengan background Beliau yang pernah menjadi Kepala Badan Pengawas dan Ketua Muda Pengawasan, upaya pengawasan dan penciptaan aparatur MA yang bersih dari praktik-praktik korupsi dan kolusi akan lebih mendapat perhatian," ucap Nawawi.
Nawawi pun memiliki kesan tersendiri dengan Syarifuddin. Diketahui sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua KPK, Nawawi memang hakim karier. Nawawi terakhir kali menjabat hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar.
Nawawi mengaku pernah berada di satu Pokja yang sama yakni terkait perempuan dan anak.
ADVERTISEMENT
"Beliau memang mumpuni dalam ilmu hukum dan managerial," kata dia.
Pemilihan ketua MA
Layar menampilkan "live streaming" Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial Syarifuddin memberikan pidato saat Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua MA. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Nawawi bahkan sempat menjabat posisi yang sama dengan Syarifuddin, yakni sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung dalam periode yang berbeda. Kesamaan jabatan itu pun menjadi salah satu cerita di antara keduanya.
Bila bertemu, keduanya hanya bercakap ringan, salah satunya mengenai rumah dinas Wakil Ketua PN Bandung. Sebab, salah satu mantan Wakil Ketua PN Bandung pernah kena OTT KPK.
"Saya kalau ketemu Beliau, cuma cerita rumah dinas Wakil Ketua PN Bandung yang sama-sama kami pernah tempati, termasuk ditempati mantan Wakil Ketua PN Bandung Pak Setyabudi Tejocahyono yang 'di-OTT KPK karena terima suap dari mantan Wali Kota Bandung Pak Dada Rosada," ucapnya.
ADVERTISEMENT
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white