kumparan
Politik28 Juni 2018 15:51

KPU Jabar Tepis Upaya Website Di-hack untuk Otak-atik Suara

Konten Redaksi kumparan
Laporan KPU  jabar
Laporan KPU jabar (Foto: Iqbal Lazuardi/kumparan)
KPU Jawa Barat menepis kabar soal situs KPU Jabar yang diretas oleh orang tak bertanggung jawab untuk mengubah hasil suara. Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menegaskan tidak ada peretasan yang terjadi pada situs KPU Jabar.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau mau di-hack, diupload pemilihnya sampai 100 juta dan pemenangnya nomor 8 juga silakan saja," kata Yayat saat ditemui di kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Kamis (28/6).
Yayat memastikan basis data yang menjadi dasar KPU Jabar menetapkan pemenang Pilkada 2018 bukanlah data yang muncul di situs resmi. Tapi, data rekapitulasi manual berjenjang yang sedang dilakukan oleh tim KPU saat ini.
"Yang diketok sama saya bukan yang itu. Tapi yang berjenjang itu," ujar Yayat.
Real Count KPU Pilgub Jabar
Real Count KPU Pilgub Jabar. (Foto: dok. KPU)
Setelah dicek, situs KPU Jabar bisa diakses dan berjalan normal. Seluruh konten yang ada di dalam situs KPU Jabar bisa diakses dengan baik. Namun jadi lambat dan sulit dibuka karena mungkin banyak yang mengakses.
ADVERTISEMENT
Saat ini, KPU Jawa Barat menyiarkan hasil penghitungan suara sementara berdasarkan laporan setiap TPS di situs resminya infokpujabar.org.
"Mulai hari ini penghitungan sudah dilakukan di tingkat kecematan, sampai tanggal 4 Juli. Setelah itu akan dihitung di tingkat kota/kabupaten. Tanggal 9 direkapitulasi tingkat provinsi," ucap Yayat.
Sementara, Komisioner KPU Jabar Ferdhiman Bariguna mengatakan, adanya gosip yang menyebutkan penghitungan suara Pilkada Jabar di-hack dipastikan hoaks. Sulitnya masyarakat mengakses situs KPU Jabar lebih karena banyaknya masyarakat yang ingin mengakses situs itu.
"Kalaupun sulit dibuka, hal itu wajar karena proses entry data yang sangat besar. Ibarat kendaraan yang banyak, akan macet saat memasuki pintu tol yang hanya empat pintu," ujar Ferdhiman mengibaratkan.
Selain itu, sulitnya mengakses KPU Jabar karena adanya kerusakan server di KPU RI. "Tapi sekarang sudah normal, penghitungan sudah mencapai 56,31%," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan