Mahkamah Konstitusi, Suasana Sidang Perdana PHPU Pilpres 2019

KPU: Kami Jawab Gugatan Revisi BPN Karena Hormati Sidang MK

18 Juni 2019 16:21
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ketua KPU, Arief Budiman (kanan) pada sidang perdana PHPU Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPU, Arief Budiman (kanan) pada sidang perdana PHPU Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). Foto: Helmi Afandi/kumparan
ADVERTISEMENT
KPU telah menyampaikan jawaban terhadap gugatan revisi sengketa Pilpres 2019 yang dimohonkan tim hukum BPN Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK). Jawaban KPU disusun dalam 302 halaman dan terdapat sekitar 6.000 alat bukti yang disertakan.
ADVERTISEMENT
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, KPU menjawab gugatan revisi BPN karena pihaknya menghormati persidangan yang tengah berjalan. Bukan berarti KPU menerima gugatan revisi dari BPN.
"Makanya di statement awal sudah dijelaskan semua oleh kita bahwa kami menjawab permohonan ini sebagai bagian dari penghormatan kami terhadap Mahkamah, sebagai penghormatan kami terhadap sidang yang mulia ini. Karena Mahkamah kemarin kan mempersilakan untuk dibacakan," kata Arief di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).
Selain itu Arief mengatakan dalam jawabannya, KPU telah memberikan catatan yaitu menolak seluruh gugatan revisi BPN. Sebab dalam peraturan MK, tidak diperkenankan pemohon sengketa Pilpres untuk melakukan perbaikan.
"Sejak awal kami menolak untuk dibacakan ketika Mahkamah mempersilakan, maka kami menghormati itu dan kami jawab. Tetapi kami juga menegaskan di situ bahwa kami menolak permohonan perbaikan itu," ucap Arief.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Arief mengatakan, KPU menyerahkan keputusan kepada majelis hakim persidangan.
"Jadi jawaban KPU tadi cukup untuk bisa menjelaskan dan menjawab, tinggal besok kalau dijadwalkan besok, kita sampaikan bukti-bukti yang sudah terus kita masukan sampai hari ini," tutur Arief.
Prabowo-Sandi menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi. Nasib mereka diputuskan 28 Juni 2019. Klik tombol subscribe agar kamu mendapatkan notifikasi setiap ada story baru dalam collection ini.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten