kumparan
4 Mei 2019 22:26 WIB

KPU Minta Peristiwa Banyaknya Petugas KPPS Meninggal Tak Dipolitisasi

komisioner KPU Ilham Saputra. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
KPU kembali memperbarui data petugas KPPS yang meninggal dunia maupun sakit selama pemilu 2019. Hingga Sabtu (4/5) total petugas KPPS meninggal mencapai 440 orang.
ADVERTISEMENT
Sementara petugas KPPS yang sakit tercatat ada 3.788 orang dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia. KPU juga sudah memberikan santunan kepada petugas KPPS baik yang meninggal maupun sakit.
Tekait banyaknya petugas KPPS yang meninggal, KPU meminta kepada seluruh pihak agar tidak menjadikan insiden ini sebagai isu politik. Sebab beban kerja petugas KPPS yang berat sudah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi.
"Bahwa ada Undang-Undang yang memerintahkan kita untuk pemilu serentak. Kebanyakan orang yang meninggal ini adalah orang-orang yang kelelahan, dengan loading kerja yang luar biasa. Jadi enggak usah dibawa bawa ke politis," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat.
KPU menambahkan insiden banyaknya petugas KPPS yang meninggal akan dibahas dalam rapat evaluasi pemilu mendatang. Namun untuk saat ini KPU fokus untuk menyelesaikan pemilu 2019 yang sudah memasuki tahapan akhir.
ADVERTISEMENT
"Meninggalnya mereka ini adalah mari kita sama-sama evaluasi," ucap Ilham.
Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam Pemilu 2019, turut mendapat perhatian Presiden Jokowi. Pada Senin (22/4) lalu, Presiden Jokowi menyampaikan duka citanya atas insiden tersebut.
Ia menyebut para petugas KPPS tersebut merupakan pejuang demokrasi. Jokowi juga menyampaikan rasa dukanya mewakili seluruh rakyat Indonesia.
"Saya kemarin sudah sampaikan, ucapan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS. Juga beberapa yang di luar KPPS, saya kira beliau-beliau ini adalah pejuang-pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya," kata Jokowi di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan