kumparan
20 Feb 2019 21:45 WIB

KPU Sebut Ada Isu Strategis Tak Sempat Dibahas saat Debat

Capres no urut 01 Joko Widodo dan Capres no urut 02 Prabowo Subianto saat mengikuti Debat Kedua Capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
KPU telah menyelenggarakan debat pilpres kedua pada Minggu (17/2) malam di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat. Debat yang mempertemukan capres 01 Joko Widodo dan capres 02 Prabowo Subianto bertemakan energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup.
ADVERTISEMENT
Ketua KPU Arief Budiman mengaku ada beberapa isu strategis yang belum sempat disusun dalam bentuk pertanyaan oleh tim panelis. Sehingga isu-isu penting tersebut tidak dibahas oleh para capres.
"Panelis merumuskan isu strategis terkait tema yang dibuat. Nah beberapa isu strategis itu belum sempat dibahas dalam debat. Artinya tidak sempat menjadi pertanyaan yang diperdebatkan oleh para kandidat," kata Arief di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).
Namun meski luput dalam pembahasan di debat, Arief mengatakan pihaknya sudah menyerahkan isu-isu yang belum dibahas dalam debat kepada masing-masing timses baik Jokowi maupun Prabowo. KPU berharap hal itu dapat menjadi masukan bagi masing-masing calon.
"Maka isu strategis itu akan diserahkan kepada TKN 01 dan BPN 02 untuk disampaikan kepada paslon masing masing untuk menjadi referensi pembuatan kebijakan mereka ke depan," ucap Arief.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, menurut sekretaris panelis debat kedua Nurhidayati, tim panelis sudah membuat banyak pertanyaan untuk dijawab oleh para capres. Dari lima tema yang ditentukan, panelis membuat lima pertanyaan untuk setiap satu tema.
"Dari lima pertanyaan itu satu satu kan diambil dari fish bowl ya, dan diundi. Mereka kan ngambilnya hanya satu (pertanyaan) padahal ada 4 yang lain. Lalu kita merasa ada isu-isu yang penting itu kita serahkan ke capres supaya jadi masukan," ucap Nurhidayati.
Suasana gladi bersih persiapan debat Pilpres kedua di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2). Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan
Sebagai contoh, beberapa isu yang tidak dibahas adalah penyelesaian konflik agraria, impor pangan hingga masalah Freeport. Padahal Nurhidayati berharap para capres memberikan tanggapannya mengenai penyelesaian masalah itu.
"Kita ingin apa yang selama ini ada di beberapa kementerian itu bisa ada institusi khusus yang bisa menangani penyelesaian konflik agraria. Terus soal impor pangan. Itu yang enggak muncul, enggak sempet dimunculkan," ucapnya.
ADVERTISEMENT
"Terus kita juga menanyakan soal Freeport. Setelah Freeport ini seperti apa penyelesaiannya. Karena kan masih banyak masalah ya, masalah buruh, lingkungan hidup, masalah sosial dengan lingkungan adat. Itu yang kita tanyakan juga," lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan