News
·
23 September 2020 11:55

KPU Tetapkan Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo Paslon di Pilwalkot Solo 2020

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KPU Tetapkan Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo Paslon di Pilwalkot Solo 2020 (354710)
Bagyo Wahyono-FX Supardjo dan Gibran-Teguh Foto: kumparan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo resmi menetapkan pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo sebagai cawali dan cawali di Pilwalkot Solo.
ADVERTISEMENT
Keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat pleno penetapan paslon Pilwalkot Solo yang diadakan secara tertutup dan disiarkan via live streaming dari Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/9).
"Hari ini kami menetapkan pasangan cawali dan cawawali di Pilwalkot Solo. Ada dua pasangan yang kami tetapkan, yakni Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo," ujar Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti.
Nurul menjelaskan, rapat pleno penetapan calon tidak mengundang kedua pasang cawali dan cawawali serta timses. Mekanisme penetapan calon hanya dihadiri komisioner dan anggota internal KPU.
Dasar hukum yang digunakan KPU adalah perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9 tahun 2020.
"Awalnya rapat pleno akan diadakan secara terbuka dengan mengundang pasangan calon. Setelah ada perubahan PKPU Nomor 9 Tahun 2020 rencana itu batal," tutur dia.
KPU Tetapkan Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo Paslon di Pilwalkot Solo 2020 (354711)
Pasangan calon Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di KPU Solo. Foto: Dok. Istimewa
KPU Solo, kata dia, akan mengumumkan hasil rapat pleno penetapan cawali dan cawawali melalui website. Gibran-Teguh dan Bagyo-Supardjo akan diberikan Surat Keputusan (SK) penetapan calon paling lambat sehari setelah rapat pleno penetapan.
ADVERTISEMENT
"Kedua pasangan calon nanti akan kami berikan SK (surat keputusan) penetapan calon dengan memberikannya langsung pada mereka," katanya.
Ia menambahkan, setelah SK penetapan calon diberikan, tahapan selanjutnya adalah pengundian nomor urut pada Kamis (24/9) besok, dengan mekanisme rapat pleno terbuka. Namun, peserta yang hadir di KPU juga dibatasi.
"Rapat pleno penetapan calon dilakukan secara tertutup ini tidak melanggar. Kebijakan ini sesuai instruksi KPU RI," tutup Nurul.