News
·
8 September 2020 7:30

Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas (32509)
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) saat rilis pengungkapan sindikat internasional pembelian ventilator di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/9). Foto: Anita Permata Dewi/ANTARA
Sejumlah berita kriminal Jabodetabek menjadi sorotan pada Senin (7/9). Tak cuma kasus baru, ada sejumlah perkembangan kasus sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Mulai dari polisi ultimatum Hadi Pranoto hingga Penyanyi Reza Artamevia belum mengajukan rehabilitasi.
Berikut kumparan rangkum sejumlah berita kriminal Jabodetabek:

WNI Retas Email Perusahaan Italia Penyedia Ventilator Corona

Bareskrim Polri mengungkap kasus peretasan e-mail perusahaan Italia bernama Altea dan China Xinxin Biometrik yang bergerak dalam pelayanan COVID-19. Akibat peretasan tersebut kedua perusahaan ini mengalami kerugian hingga 3.672.146 euro atau senilai Rp 58 miliar.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, hacker tersebut merupakan WN Nigeria berinisial B. Ia menjalankan aksinya bersama 3 WNI dengan cara meretas email perusahaan di Italia.
Dari hasil peretasan email tersebut, pelaku mencuri data rekening dan kerja sama milik kedua perusahaan yang disamarkan ke rekening di Bank Syariah Mandiri.
ADVERTISEMENT
“Bisnis hacking email. Dengan cara bypass email antara perusahaan Italia dengan perusahaan China,” kata Sigit di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/9).
Sigit menuturkan, kasus tersebut terungkap setelah perusahaan China tersebut tak kunjung menerima ventilator dan monitor COVID-19 dari perusahaan Italia. Padahal uang telah ditransfer sebanyak 3 kali ke perusahaan Italia. Kedua perusahaan ini kemudian memeriksa ke Interpol.
Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas (32510)
Salah satu anggota keluarga Surya Atmaja, Hadi Pranoto. Foto: kumparan

Polisi Ultimatum Hadi Pranoto Akan Jemput Paksa

Penyidik Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hadi Pranoto. Ia akan diperiksa terkait laporan hoaks obat corona.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pemanggilan Hadi merupakan perubahan jadwal dari pemanggilan kedua pada 24 Agustus lalu. Saat itu Hadi datang dengan pengacaranya, hanya saja tidak bisa menjalani pemeriksaan karena mengeluh sakit.
ADVERTISEMENT
"Minggu ini kita akan tunggu kehadiran daripada HP, kita berkoordinasi lagi. Tapi penyidik tadi sudah menyampaikan minggu ini akan dilaksanakan pemeriksaan kepada saudara HP," kata Yusri kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/9).
Yusri meminta agar Hadi bisa memenuhi panggilan tersebut untuk diperiksa. Karena jika tidak hadir, penyidik bisa menjemput paksa Hadi.
Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas (32511)
Terdakwa Vanessa Angel saat menjalani sidang beragendakan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Senin, (7/9/2020). Foto: Ronny

Vanessa Angel Kembali Jalani Sidang Kasus Kepemilikan Narkoba

Vanessa Angel kembali menjalani persidangan terkait kasus dugaan kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (7/9).
Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Eko Aryanto mengatakan, sidang Vanessa Angel beragendakan mendengarkan keterangan saksi. Artis berusia 28 tahun itu akan hadir di persidangan.
Vanessa Angel didakwa memiliki 20 butir Xanax. Perbuatan Vanessa dianggap melanggar Pasal 62 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika jo Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dalam Lampiran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas (32512)
Polisi membawa penyanyi Reza Artamevia saat akan mengikuti rilis kasus pengungkapan tindak pidana narkotika di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (6/9/2020). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Reza Artamevia Belum Ajukan Rehabilitasi

Penyanyi Reza Artamevia tengah ditahan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Hingga kini, menurut pihak kepolisian, ia belum mengajukan permohonan rehabilitasi.
ADVERTISEMENT
"Memang saat ini belum ada pengajuan (rehabilitasi). Kita masih menunggu. Pasti ditanyakan masalah rehabilitasinya. Dari penyidik belum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di kantornya, Senin (7/9).
Mengajukan permohonan rehabilitasi memang menjadi hak bagi para tersangka kasus narkoba. Alhasil, menurut Kombes Pol Yusri Yunus, pihak Reza Artamevia melalui kuasa hukum dipersilakan untuk melakukan pengajuan.
"Nanti silakan mekanismenya mengajukan ke penyidik untuk dilakukan asesmen. Nanti, kalau ada acuan itu, akan kita majukan ke BNP untuk meminta rekomendasi dan pengajuan asesmen," tuturnya.
Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas (32513)
Ilustrasi pencuri bersenjata. Foto: Pixabay
3 Pencuri Bercelurit di Taman Sari Ditangkap
Polisi menangkap 3 pencuri ponsel di Jalan Talib, Taman Sari, Jakarta Barat. Aksi mereka sempat viral di media sosial lantaran terekam CCTV.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Taman Sari AKBP Abdul Ghofur mengatakan modus para pelaku pencurian yakni dengan mendatangi warung kopi yang ramai pengunjung. Salah satu dari mereka kemudian turun berpura-pura membeli.
Setelah merasa ada target, pelaku lainnya sebagai eksekutor mendatangi tempat tersebut untuk mencuri HP milik pengunjung. Mereka menggunakan celurit untuk mengancam para korban.
"Pelaku kita identifikasi itu sebanyak 5 orang. Yang sudah ditangkap 3 orang dan dua lagi masih dalam proses penyelidikan," kata Ghofur saat dikonfirmasi, Senin (7/9).
Kriminal Jabodetabek: WNI Retas Email Perusahaan Italia hingga Bentrokan Ormas (32514)
Deklarasi damai antar ormas PP dan FBR di Polsek Ciledug. Foto: Dok. Polsek Ciledug

Fakta Keributan Antar Ormas di Ciledug yang Sempat Viral di Medsos

Terjadi bentrokan antar ormas di wilayah Ciledug, Tangerang Selatan, Minggu (6/9) malam yang kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat dua kelompok saling melempar batu.
ADVERTISEMENT
Terkait kejadian itu Kapolsek Ciledug Kompol Ali Yusron menjelaskan, gesekan antar kedua ormas tersebut dimulai dari informasi terserempetnya seorang tukang parkir oleh mobil rombongan ormas PP.
Saat itu anggota PP baru saja pulang dari acara di Cibodas, Jawa Barat.
"Pada saat melanjutkan perjalanan sudah mendekati wilayah rumahnya itu di sekitar Kreo tiba-tiba rombongan itu informasinya sebagian ada mobil yang iring-iringan itu ada menyenggol tukang parkir. Tukang parkir itulah punya kerabat FBR," kata Ali saat dikonfirmasi, Senin (7/9).

Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Percobaan Perampokan di Apotek Titi Murni

Apotek Titi Murni di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat menjadi sasaran perampokan, Minggu (6/9) kemarin. Beruntung aksi para pelaku diketahui warga yang melaporkannya ke polisi.
ADVERTISEMENT
Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono mengatakan, ada 2 terduga pelaku yang berhasil ditangkap polisi. Mereka adalah MS dan YS.
Ewo menyebut saat dilakukan penangkapan ada 3 pelaku yang berhasil melarikan diri. Sehingga pihaknya hingga saat ini baru berhasil mengamankan 2 orang.
“Kemudian berhasil menangkap para pelaku yang merupakan kelompok pembobol rumah, saat di lakukan penangkapan, 3 orang pelaku berhasil melarikan diri,” jelasnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada kedua pelaku dan mengejar para pelaku lainnya.

Polisi Tangsel Tangkap Sopir Pribadi yang Bobol Brankas Berisi 45 Ribu Dolar AS

Pembobol brankas di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berinisial EH dan AS berhasil ditangkap. Tersangka membawa lari uang 45 ribu dolar AS atau lebih dari setengah miliar rupiah.
ADVERTISEMENT
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan mengatakan, tersangka EH merupakan sopir pribadi korban. Sementara AS merupakan teman EH yang turut membantunya membobol brankas.
Iman menyebut, uang hasil kejahatan itu lalu ditukarkan ke bentuk rupiah sebelum akhirnya digunakan untuk membangun sebuah bengkel.
“Pelaku menggunakan atau setelah menukar uang hasil curian dengan menukar dari dolar ke rupiah menggunakannya untuk membuat bengkel,” ujarnya.