Kronologi Awal Ditemukannya Pelanggaran Etik Terawan pada 2013

1 April 2022 17:26
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kronologi Awal Ditemukannya Pelanggaran Etik Terawan pada 2013 (147571)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) buka suara soal pemecatan dokter Terawan Agus Putranto. Eks Menteri Kesehatan ini telah melanggar beberapa kode etik kedokteran salah satunya metode Digital Subtraction Angiography (DSA) atau dikenal dengan ‘Cuci Otak’.
ADVERTISEMENT
Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) PB IDI, Dr dr Beni Satria, menyampaikan kronologi kasus Terawan sebenarnya sejak tahun 2013 hingga 2016. Namun, dari pihak Terawan tidak memenuhi panggilan yang telah dilayangkan sebanyak 5 kali.
Berikut kronologi yang disampaikan Beni dalam jumpa pers virtual, Jumat (1/4).
Juli 2013
Beni menjelaskan, awal mulanya ketika Terawan membuka praktik metode DSA sejak Juli 2013 sebagai penyembuhan terapi stroke. Secara ilmu kedokteran, terapi ini belum dibuktikan secara ilmiah. Sehingga, praktiknya dianggap tidak layak.
“Terlapor telah melakukan tindakan terapi/pengobatan terhadap stroke iskemik kronik yang dikenal sebagai BW dan BS, melalui metode diagnostik DSA, setidaknya sejak juli 2013, dan metode tersebut pada saat itu belum ada BEMnya,” ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Agustus 2013
Dia mengatakan Terawan telah mendatangi MKEK PB IDI pada akhir Agustus 2013 dengan disarankan untuk membuat kajian ilmiahnya di rumah sakit praktiknya yaitu RSPAD Gatot Soebroto.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kemudian, Terawan menyetujui saran tersebut yang dituliskan dalam majalah neurologi. Namun, kata Beni, MKEK IDI tidak mendapat laporan kajian tersebut sampai hari ini sejak 30 Agustus 2013.
“Terlapor telah beraudiensi di kantor MKEK PB IDI (30 Agustus 2013). MKEK menyarankan terlapor menuliskan dasar-dasar tindakan medis tersebut di dalam majalah ilmiah/buletin resmi di RSPAD,” ucapnya.
“Terlapor menyanggupi untuk menuliskannya dalam majalah neurologi, dalm waktu 3 bulan mulai saat 30 Agustus 2013, namun sampai sekarang tidak ada laporan ke MKEK,” imbuhnya.
Kronologi Awal Ditemukannya Pelanggaran Etik Terawan pada 2013 (147572)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Tahun 2016
Pada tahun 2016, Beni mengungkapkan bahwa MKEK IDI melaporkan eks Menkes ini dalam dugaan pelanggaran kode etik yang telah mempromosikan metode praktiknya secara berlebihan.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, dampak dari promosi tersebut mengakibatkan kecemasan baik dari pihak persatuan dokter maupun para pasien neurologi sebab, metode yang dijalaninya belum atau tidak valid secara keilmuan.
Selain itu, pelanggaran lainnya adalah tidak adanya laporan mengenai biaya praktiknya. Dan, diduga Terawan telah memasang tarif yang cukup tinggi saat menjalani terapi DSA ini.
“Tim MKEK menerima laporan dugaan pelanggaran etik dari PP Perdossi pada tahun 2016, ditemukan pula keberatan dari PP Perdossi salah satunya terkait mengiklankan diri berlebihan, laporan biaya besar tindakan yang belum ke EBM nya, dan pengiklanan besar-besaran tersebut membuat keresahan di kalangan anggota Perdossi maupun pasien-pasien neurologi,” jela Beni.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020