kumparan
6 Sep 2019 3:04 WIB

Kubu Airlangga Tuding Yorrys Gagal Paham soal Anggapan Golkar Otoriter

Sabil Rachman. Foto: Facebook/ @Sabil Rachman
Ketua DPP Golkar Sabil Rachman menyanggah tudingan senior partainya Yorrys Raweyai yang menilai Airlangga Hartarto memimpin dengan cara otoriter. Sabil juga menyebut, meski pagar DPP Golkar sempat digembok, namun seluruh pengurus DPP tetap bisa masuk.
ADVERTISEMENT
"Penjelasan ini semoga bisa menyegarkan pemahaman Pak Yorrys agar tidak gagal paham dan menuduh Pak Airlangga otoriter dan menjadikan partai sebagai milik pribadi," kata Sabil kepada kumparan, Kamis (5/9).
Menurut Sabil, pernyataan Yorrys tersebut justru memicu perbedaan sikap politik menjelang Munas Golkar. Ia juga menuding, Yorrys berpura-pura tidak mengenal kepemimpinan Airlangga karena terdistorsi oleh kepentingan lain.
"Saya harapkan Pak Yorrys tidak membangun stigma negatif hanya karena tidak sejalan dengan Pak Airlangga terutama dalam menyikapi agenda-agenda partai seperti Munas yang cenderung hendak dipaksakan oleh Pak Yorrys keluar dari selain siklus lima tahun berdasarkan AD/ART juga putusan Munaslub 2017," papar Sabil.
Di sisi lain, lanjut Sabil, Yorrys sudah tidak lagi masuk sebagai pengurus dan juga kader Golkar. Sehingga, pernyataan Yorrys dinilai tidak masuk akal karena berbanding terbalik dengan fakta kedudukan politik Yorrys yang hanya anggota DPD terpilih.
ADVERTISEMENT
"Saya bisa memahami kekurang-tahuan Pak Yorrys karena selain tidak menjadi pengurus periode ini juga sudah tinggalkan Golkar sejak maju dan terpilih sebagai anggota DPD," ujar Sabil.
"Saya kasian saja kok Pak Yorrys yang kita hormati bisa salah bicara dan keluarkan statemen yang akan menempatkan dirinya yang sangat lemah dan rendah dihadapan kita yang menghormatinya," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan