Lazada Bantu Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Sektor Ekonomi Digital

29 November 2022 19:17
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Indonesia Digital Economy Conference di The Westin Jakarta, Selasa (29/11). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia Digital Economy Conference di The Westin Jakarta, Selasa (29/11). Foto: Haya Syahira/kumparan
ADVERTISEMENT
Bicara mengenai ekonomi digital maka erat kaitannya dengan e-commerce dan UMKM. Namun lebih jauh dari itu, ekonomi digital terbukti turut membuka lapangan pekerjaan baru dari berbagai sektor.
ADVERTISEMENT
Lazada sebagai salah satu e-commerce di Indonesia tidak hanya membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya, namun juga membantu menyerap tenaga kerja.
Sebut saja artificial intelligence trainers, UI/UX designer, Key Opinion Leader (KOL), hingga influencer yang semakin dibutuhkan perusahaan di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Yang bisa kita lakukan adalah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia baik UMKM pengusaha, seller, brand, atau pun tenaga kerja muda yang mulai bergerak menjadi digital, memberikan mereka kesempatan, platform-nya, teknologi nya,” kata Executive Director Lazada Indonesia, Ferry Kusnowo, dalam acara Indonesia Digital Economy Conference di The Westin Jakarta, Selasa (29/11).
Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo. Foto: Haya Syahira/kumparan
Memiliki visi mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sejak tahun lalu Lazada menggelar Studi Lazada untuk menyiapkan para talenta muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia ekonomi digital.
ADVERTISEMENT
Ferry sadar upaya ini tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Ia ingin agar pemangku kebijakan seperti jajaran pemerintah pusat hingga akademisi ikut membantu.
“Bagaimana kita menyiapkan tenaga kerja yang ready, ini enggak hanya dari Lazada aja, pemerintah pusat, kementerian, akademisi, turut untuk menyediakan tenaga kerja yang ready yang relevan dengan industri,” tuturnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Lazada Percepatan Ekonomi Digital

Indonesia Digital Economy Conference di The Westin Jakarta, Selasa (29/11). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia Digital Economy Conference di The Westin Jakarta, Selasa (29/11). Foto: Haya Syahira/kumparan
Lazada dan Litbang Kompas menggelar Indonesia Digital Economy Conference dengan tema Langkah Tepat Wujudkan Target Transformasi Digital 2025 di Westin Hotel, Selasa (28/11).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dalam forum ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berkomitmen mendukung percepatan ekonomi digital untuk mencapai tujuan Gross Merchandise Value (GMV) senilai USD 130 miliar pada 2025.
“Demi tercapainya inklusi digital, saya bersama Kemendag selalu siap dan mendukung penuh kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata pria yang akrab disapa Zulhas ini dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
Zulhas menambahkan, percepatan ekonomi digital ini juga harus didorong dengan teknologi yang mumpuni, seperti fasilitas jaringan internet 5G.
“Adanya perkembangan teknologi gelombang baru dengan munculnya 5G, AI, blackchain, cloud computing, internet of Things (ioT) harus terus didorong untuk dmanfaatkan, bukan sekadar memfasilitasi transaksi,” lanjutnya.
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan. Foto: Haya Syahira/kumparan
Dengan begitu, Indonesia bisa terus beriringan dengan kecepatan ekonomi digital yang juga berkembang pesat di seluruh negara.
Lebih lanjut, Indonesia Digital Economy Conference bukan hanya menjadi ajang pertemuan pemerintah pusat dan penyedia platform ekonomi digital untuk berkolaborasi. Namun juga menjadi ajang diskusi untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul di kemudian hari.
Acara ini terbagi menjadi 3 sesi diskusi, yaitu sesi pertama dengan tema menapak peta transformasi ekonomi digital 2025, dilanjut dengan sesi kedua dengan tema diskusi indeks literasi ekonomi digital dan diskusi terakhir dengan tema urgensi pengembangan talenta untuk mendorong ekonomi digital.
ADVERTISEMENT
Selain dihadiri Zulhas, Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudi Salahuddin dan Asisten Deputi Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Edwin Manansang juga menghadiri sesi diskusi ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020