News
·
12 Juli 2020 10:37

Lewat Munaslub, Muchdi PR Geser Tommy Soeharto dari Ketum Partai Berkarya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Lewat Munaslub, Muchdi PR Geser Tommy Soeharto dari Ketum Partai Berkarya (46278)
Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang dikenal Tommy Soeharto. Foto: AFP PHOTOS / ADEK BERRY
Baru empat tahun didirikan, Partai Berkarya sudah bergejolak. Pada Sabtu (11/7) lalu, sejumlah pengurus Partai Berkarya menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di Hotel Grand Kemang untuk melengserkan Tommy Soeharto dari kursi Ketua Umum.
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Tommy Soeharto tampak menyambangi hotel tersebut untuk membubarkan munaslub yang dia nilai ilegal. Ia tampak didampingi oleh Sekjen Berkarta Priyo Budi Santoso.
Namun Munaslub tetap digelar dan Muchdi PR terpilih sebagai Ketua Umum periode 2020-2025. Sedangkan jabatan Sekjen, diisi oleh Badaruddin Andi Picunang. Dengan begitu Partai Berkarya pecah menjadi dua.
"Ketum terpilih Mayjen TNI Purn Muchdi PR dan Sekjen terpilih Badaruddin Andi Picunang, sekaligus ketua dan sekretaris formatur dalam tim formatur yang terdiri dari lima orang yang akan menyusun pengurus DPP Partai Berkarya periode 2020-2025," kata Andi Picunang dalam keterangannya, Minggu (12/7).
Di masa kepengurusan Tommy Soeharto, Andi Picunang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Berkarya. Sedangkan Muchdi PR menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.
ADVERTISEMENT
"Partai Berkarya mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi dan Wakil Presiden RI Bapak KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan dalam Pilpres 2019 yang sah," lanjut Andi Picunang, menjelaskan dukungan yang kontras dengan sikap Tommy-Priyo yang mendukung Prabowo-Sandi di Pilpes 2019.
Andi Picunang jmengklaim, Munaslub tersebut sah karena dihadiri peserta dari 30 DPW dan 370 PDP atau 2/3 dari jumlah total DPW/DPD di seluruh Indonesia. Selain itu, munaslub itu juga dibuka oleh Ketua Mahkamah Partai sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Berkarya Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal.
Dalam keterangan tersebut, Andi Picunang juga mengomentasi aksi Tommy Soeharto dan Priyo Budi Santoso yang datang untuk membubarkan munaslub. Menurutnya, aksi keduanya merupakan bentuk premanisme dan sangat memalukan.
ADVERTISEMENT
"Belum dimulai, mereka sudah beringas dan memporak-porandakan properti panitia munaslub, masuk ke dalam ruang, dan merobek backdrop kegiatan dan disaksikan Pak Tommy dan PBS," kata Andi Picunang.
"Alasan untuk membuat munaslub jauh hari telah kami bahasakan, bahwa telah terjadi ke-vakum-an dan komunikasi yang tersumbat sejak Rapimnas III Partai Berkarya tahun 2018, tidak ada evaluasi Pemilu 2019, dan tidak ada rapat-rapat pengambilan kebijaksanaan," imbuhnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari Tommy Soeharto maupun Priyo Budi Santoso terkait polemik ini.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)