News
·
21 Februari 2021 14:24

Limbah Masker Menumpuk di Teluk Jakarta Jadi Perhatian Satgas COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Limbah Masker Menumpuk di Teluk Jakarta Jadi Perhatian Satgas COVID-19 (269298)
searchPerbesar
Sejumlah "wheeled bin" atau wadah limbah beroda berisi limbah medis infeksius di PT Jasa Medivest, Plant Dawuan, Karawang, Jawa Barat. Foto: Muhamad Ibnu Chazar/ANTARA FOTO
Temuan limbah masker di Teluk Jakarta membuat Satgas COVID-19 miris. Pasalnya masker sekali pakai bekas itu termasuk limbah infeksius yang bisa menularkan penyakit kepada orang lain.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari sana Satgas COVID-19 melalui Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan menggelar sejumlah seminar tentang pengolahan limbah medis. Kegiatan itu dilakukan agar masyarakat dapat mengolah sendiri limbah medisnya.
"Pencetusnya Bapak Doni Monardo mengirimkan kepada saya cerita tentang adanya ketemu limbah masker di Teluk Jakarta. Itu akhirnya kita mendorong bagaimana masyarakat juga harus jaga kebersihan. Tentu kebersihan ini adalah hal yang pokok," kata Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Dokter Lia G Partakusuma dalam talk show BNPB, Minggu (21/2).
Seminar itu digelar mulai 15 Februari hingga sepekan sekaligus menyambut Hari Peduli Sampah Nasional. Seminar dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak di antaranya Kemenkes, LIPI, mahasiswa hingga ke anak-anak.
ADVERTISEMENT
Menurut Lia antusias masyarakat menghadiri seminar daring itu sangat tinggi. Dalam satu acara yang digelar bersama P4TK TK dan PLB Kemendikbud pesertanya mencapai 4.000 orang.
"4 ribuan dalam sehari dari seluruh Indonesia saya juga sampai terharu ya. Mereka sampai 'gimana nih kalau sekolah ini bikin pakai tungku', jadi mereka tawarkan juga berbagai solusi. Supaya ke depan nanti lebih aman buat sekolah dan anak-anak," kata Lia.
Dalam kesempatan itu, Lia juga menjelaskan cara untuk mengolah limbah masker yang bekas pakai. Hal itu perlu dilakukan karena di masker bekas pakai ada droplet yang kita tidak tahu apakah mengandung virus atau tidak.
"Nyucinya bisa kita pakai ada yang pakai disinfektan kita semprot di tempat bisa di dalam plastik atau kantong kertas tertutup nanti setelah itu kita bisa gunting buang talinya," kata Lia?
ADVERTISEMENT
"Setelah dihancurkan baru kita buang ke tempat sampah yang tertutup. Lebih bagus lagi kalau kantor-kantor atau di mana-mana bisa punya tempat sampah khusus masker," tambah Lia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020