kumparan
23 Okt 2017 21:09 WIB

LIPI Ingin Tularkan Kecintaan Penelitian kepada Generasi Muda

Pemanas Air Ramah Lingkungan (Foto: Utomo P/kumparan)
Rak sepatu tahan bau, batako biji plastik, dan pemanas air ramah lingkungan hanyalah tiga dari hampir seratus inovasi karya remaja Indonesia yang dipamerkan di Indonesia Science Expo (ISE) 2017.
ADVERTISEMENT
Semua karya tersebut merupakan karya para finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventors Award (NYIA) yang diadakan LIPI.
Kepala Bagian Bina Ilmiah Masyarakat LIPI, Yuswar Harun mengatakan kedua kompetisi tersebut merupakan ajang tahunan LIPI yang masing-masing sudah diadakan untuk ke-54 dan ke-10 kalinya.
Para peserta yang mengikuti ajang LKIR berasal siswa-siswi SMP dan SMA se-Indonesia. Sementara untuk NYIA, para pesertanya berasal dari siswa-siswi SD hingga SMA se-Indonesia yang berusia 8 hingga 18 tahun.
Yuswar Harun (Foto: Utomo P/kumparan)
Yuswar mengatakan, LIPI tidak hanya melakukan ajang kompetisi, tapi juga pembinaan kepada siswa-siswi dalam melakukan karya tulis ilmiah, menyusun proposal penelitian, dan sebagainya.
“Jadi kita ingin menularkan kepada generasi muda Indonesia bagaimana mereka mencintai penelitian. Dan mereka memahami penelitian sejak dari dini,” terang Yuswar kepada kumparan, Senin (23/10)
ADVERTISEMENT
Dalam ISE 2017 yang berlangsung pada 23-26 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta, ini dipamerkan 52 karya para finalis LKIR dan 40 karya para finalis NYIA.
Yuswar tidak berharap semua anak-anak itu kelak akan menjadi peneliti, tapi minimal mereka memiliki dasar pijak dalam berpikir dan membuat pertimbangan secara ilmiah.
“Ke depan mereka mau jadi apa pun, itu mereka dalam mengambil suatu keputusan ataupun kebijakan kelak, mereka ada basic-nya basic ilmiah,” harap Yuswar.
Ilustrasi Penelitian (Foto: luvqs)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan