News
·
19 Februari 2021 17:01

LIPI Nilai Dropbox Pemilahan Sampah APD Bisa Kurangi Risiko Terpapar Virus

Konten ini diproduksi oleh kumparan
LIPI Nilai Dropbox Pemilahan Sampah APD Bisa Kurangi Risiko Terpapar Virus (381385)
searchPerbesar
Peneliti LIPI, Muhammad Reza Cordova Foto: Nesia Qurrota A'yuni/kumparan
Pemerintah daerah diminta ikut berinisiatif mengatasi persoalan limbah medis yang banyak bermunculan selama pandemi COVID-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menyediakan dropbox dalam memudahkan pemilahan sampah APD seperti masker, sarung tangan, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
Peneliti Muda LIPI Bidang Lingkungan, Reza Cordova, menuturkan penyediaan dropbox ini bisa jadi cara pemda jemput bola sampah APD. Sebab, pengolahannya juga berbeda dengan sampah pada umumnya.
"Pemda Banjarmasin membuat dropbox untuk masker dan sarung tangan. Ketika ada di sana sudah ada sistem, tidak susah hanya menyemprotkan sabun kemudian nanti ketika [sampah] yang sudah di dalam dropbox dikirim ke jasa pengelola limbah medis," kata Reza dalam Live Corona Update bersama kumparan, Jumat (19/2).
Dinas Lingkungan Hidup tiap-tiap daerah didorong untuk menyediakan dropbox demi meningkatkan pengelolaan limbah, sehingga bisa mencegah kontaminasi atau pun munculnya penyakit menular baru.
LIPI Nilai Dropbox Pemilahan Sampah APD Bisa Kurangi Risiko Terpapar Virus (381386)
searchPerbesar
Petugas rumah sakit membawa "wheeled bin" atau wadah limbah beroda berisi limbah medis infeksius menuju tempat penyimpanan sementara limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Jawa Barat. Foto: Muhamad Ibnu Chazar/ANTARA FOTO
Menurut Reza, cara pemilahan lewat dropbox ini juga sudah disarankan oleh Kementerian LHK, dan telah diterapkan di banyak negara.
ADVERTISEMENT
"Harus jemput bola sehingga pemaparan yang terjadi akibat banyaknya sampah APD di lingkungan tidak memapari orang yang memegang. Jadi kadang enggak tahu kalau ada masker bekas diambil, padahal lebih baik pakai sarung tangan dulu petugas Dinas LHnya," ucap Reza.
"Kami juga mendorong regulasi dan pastikan supaya melakukan yang terbaik. Taruh dropbox dulu supaya sampah ini enggak asal-asalan, terutama sampah APD. Ini tergantung kemampuan dari masing-masing Dinas LH, tetapi secara kasar memang kita harus lakukan hal tersebut karena toh buat kebaikan kita juga," lanjutnya.

Jika sudah ada dropbox, bagaimana memastikan proses pengelolaan sampah APD-nya sesuai prosedur?

Reza menjelaskan, setelah sampah masker, sarung tangan dan lainnya telah berada dalam dropbox tersebut, maka harus disterilkan dulu dengan air sabun atau disinfektan. Atau, bisa langsung dikirim ke jasa pengelola limbah medis khusus.
ADVERTISEMENT
Jika ingin mendaur ulang sampah tersebut, maka bisa dibakar atau dicacah terlebih dahulu sebelum distruktur ulang.
"Misalnya pencacahan sampau dibuat biji plastik, dibuat ulang sehingga bisa dibuat masker kembali contohnya. Jadi memang kita tidak bisa sembarang daur ulang. Ada masker daur ulang itu kita cuci kita pakai lagi, bukan seperti itu. Disusun, distruktur ulang, baru dijual kembali," tutup Reza.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020